Bekuk Pengedar Narkoba, Polisi Temukan Senjata Api Jenis Ballpoint



banner 160x600
Women faceKetiga tersangka saat di periksa Kasat Resnarkoba Kompol Wayan Arta. (ist)

Denpasar, faktabali.com - Tiada hari tanpa pengungkapan. Mungkin hal itu tertanam dalam benak seluruh anggota Sat Resnarkoba Polresta Denpasar. Mereka seperti tidak mengenal kata lelah dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polresta Denpasar.
 
Kali ini, pasukan Kompol I Wayan Arta Ariawan, kembali meringkus tiga orang yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan gelap narkotika. Mereka adalah Reza Rizal Alamsyah (22), Nengah Kertiyasa (25), dan Adi Putra Hadiwijaya (19).
 
Reza di bekuk, Kamis (19/10/2017) sekitar pukul 16.00 Wita saat berada di Jalan Nusa Kambangan, Denpasar. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti Sabu seberat 15,3 gram dan satu pucuk senjata api jenis Ballpoint.
 
"Tersangka mengaku mendapat Sabu dari Didin. Sementara senjata api berupa Ballpoint dikatakan milik temannya bernama Adi Putra Hadiwijaya," beber Kasat Narkoba Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan saat rilis, Jum'at (20/10/2017).
 
Di tempat yang sama, petugas juga mengamankan seorang pemuda bernama Nengah Kertiayasa. Wiraswasta yang tinggal di Jalan Natuna, Denpasar Barat, tersebut di bekuk lantaran baru saja membeli Sabu kepada Reza.
 
"Dari tangan tersangka anggota mengamankan satu klip Sabu dengan berat 0,01 gram. Tersangka membeli Sabu dari Reza seharga Rp 200 ribu," jelas Kasat.
 
Sebelumnya, Jum'at (6/10/2017) sekitar pukul 21.00 Wita petugas terlebih dulu sudah menangkap Adi Putra Hadiwijaya. Dari tangan residivis dalam kasus penganiayaan dan pernah di penjara selama 1 tahun 7 bulan tersebut, petugas mengamankan 19 paket Sabu seberat 3,14 gram.
 
"Tersangka mengatakan mendapat sabu dari seseorang berinisial PT yang ada di LP Kerobokan. Dia juga mengaku di suruh memecah dan menempel Sabu dengan imbalan Rp 500 ribu untuk semuanya," papar Kasat.
 
Kasat kembali menerangkan, terkait senjata api jenis Ballpoint yang di bawa oleh Reza, Adi mengakui bahwa memang benar senjata itu merupakan miliknya.
 
"Tersangka mengaku membeli senjata tersebut seharga Rp 1 juta dari seorang Napi yang berada di dalam Lapas Kerobokan," kata Kasat.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata