Berakhir Damai. Korban Penganiayaan Sepakat Cabut Laporan di Mapolsek Kuta



banner 160x600
Women faceMuhammad Khairul (tiga dari kanan), Valerian Libert Wangge (tiga dari kiri) saat proses perdamaian di Mapolsek Kuta

Badung, faktabali.com - Sempat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan, Gede Sigi Adnyana (32), Pascalis Hadi Pramana Yogi (23), Ronald Andreas Takarbessy (33), dan Osias Pitang (39) dikabarkan telah dibebaskan oleh pihak kepolisian.

Mereka lepas dari jeratan hukum setelah korban bernama Muhammad Khairul, mencabut laporan dan membuat kesepakatan damai, serta tidak ingin memperpanjang kasus tersebut.

Informasi yang di peroleh, proses perdamaian antara tersangka dengan korban sebenarnya terlihat agak mustahil. Hal ini terjadi karena Khairul sudah berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kita coba komunikasi dengan korban. Kami sampaikan bahwa dari pihak kami menginginkan kasus ini berakhir damai. Semua kita jelaskan, termasuk kondisi istri Gede yang lagi hamil tua dan butuh biaya untuk hidup sehari-hari," ucap Valerian Libert Wangge, koordinator kuasa hukum 4 tersangka saat di hubungi, Sabtu (21/10/2017) malam.

Khairul pun luluh. Dengan besar hati dia kemudian terbang dari Makassar untuk mencabut laporan dan membuat kesepakatan damai dengan para tersangka di Mapolsek Kuta. Proses kesepakatan damai berjalan lancar karena pihak kepolisian juga mendukung upaya tersebut.

"Pak Kapolsek Kuta selanjutnya membijaksanai melepas para TSK oleh karena berkas belum SPDP. Lewat sehari saja, pasti tidak tertolong," beber pengacara muda ini sekaligus menambahkan bahwa ke empat tersangka sudah di lepas oleh pihak kepolisian, Sabtu (21/10/2017) pagi.

Valerian juga menjelaskan. Sejak awal pihaknya berusaha agar kasus ini berakhir damai. Menurutnya, peristiwa penganiayaan terhadap korban terjadi secara spontanitas karena yang mereka kejar adalah Yudistira, orang yang di duga menodongkan airsoft gun kepada Gede Sidi.

Di hubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kuta IPTU Ario Seno Wimoko membenarkan bahwa ke empat tersangka sudah di lepas karena korban sudah mencabut laporan.

"Iya benar. Korban sendiri yang minta mereka dilepaskan supaya pada saat ke Bali besok-besok tidak ada masalah lagi," jelasnya melalui pesan WhatsApp.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gede Sidi dan teman-temannya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Muhammad Khairul, yang pada saat itu berada dalam satu mobil dengan Yudistira. 

Peristiwa penganiayaan sendiri merupakan buntut atas dugaan penodongan airsoft gun yang dilakukan Yudistira terhadap Gede Sidi ketika berada di perempatan Sunset Road Kuta, Rabu (11/10/2017) malam.

Meski telah mengamankan barang bukti berupa sepucuk airsoft gun, polisi belum bisa menetapkan Yudistira sebagai tersangka lantaran tidak ada saksi yang melihat bahwa sang pengacara asal Jakarta tersebut telah menodongkan airsoft gun kepada Gede Sidi.

Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata