Bobol ATM, WNA Bulgaria Dibekuk Polda Bali

No comment 41 views
banner 160x600

Women faceWNA Bulgaria pelaku bobol ATM

Denpasar, faktabali.com - Resmob Direktorat Reskrimum Polda Bali kembali meringkus komplotan pembobol ATM. Kejahatan dengan modus skimming ini dilakukan enam warga Bulgaria masing-masing bernama Ivalyo Filipov Trifonov (44), George Jordanov (47), Todor Krasimirov Dobrev (42), Andrey Iliev Peytchev (42) dan Varadin Nikolaev Popov (29).
 
"Satu orang lagi berinisial Illias masih buron," kata Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan saat ekspose kasus skimming dengan pelaku WNA, Kamis (7/2/2019) di Mapolda Bali.
 
Komplotan ini beraksi dengan merekam data kartu debit nasabah menggunakan router atau panel skimming yang dipasang pada mesin ATM. Selain itu, mereka juga mengganti kanopi pada tombol keypad dengan kanopi yang sudah dimodifikasi sekaligus dilengkapi kamera untuk merekam nomor PIN.
 
"Mereka hanya butuh waktu 10 menit memasang alat. Data maupun nomor PIN yang sudah terekam langsung divalidasi melalui laptop yang dilakukan dari jarak jauh karena kabel pada router sudah terhubung ke modem," kata Kombes Andi Fairan.
 
Selesai proses validasi data dipindahkan ke kartu magnetik menggunakan cardreader writer encoder. Seluruh alat dibeli tersangka di luar negeri melalui online. "Sekali beraksi mereka bisa mendapatkan uang mulai Rp5 juta sampai Rp10 juta. Nasabah yang menjadi korban merupakan warga asing. Kami masih berkoordinasi dengan pihak bank berapa orang yang menjadi korban," jelasnya.
 
Terungkapnya kejahatan transnasional ini berawal adanya laporan dari dari pihak Bank Mandiri yang mencurigai adanya transaksi pengambilan uang secara tidak wajar di salah satu ATM. Kombes Fairan menuturkan, pihaknya sempat kesulitan mengidentifikasi para tersangka karena dalam aksinya yang terekam CCTV para pelaku ada yang memakai wig, zebo dan topi.
 
Selama sepekan melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil melacak tempat tinggal salah seorang tersangka di sebuah villa Jalan Tirta Gangga, Uluwatu, Kuta Selatan. Namun, mereka tidak langsung ditangkap tapi dibuntuti selama lima hari.
 
Saat mau dibekuk di pinggir jalan dekat vila, Minggu (3/2/2019) sekitar pukul 04.30 Wita, tim Resmob mendapat perlawanan sehingga dilakukan tindakan dengan menembak kaca mobil Avanza yang dipakai beraksi. "Mereka ini setiap beraksi memakai dua mobil sewaan jenis Avanza Veloz DK 1862 DT dan Toyota Calya DK1884 HC," ungkap Dirkrimum.
 
Hasil pemeriksaan terungkap, komplotan diotaki Ivalyo Filipov Trifonov (44) selama ini menyasar enam ATM yang tidak dijaga security yaitu ATM Mandiri di pinggir Jalan Tirta Gangga Uluwatu, ATM Mandiri Wanamart Labuan Sait, Pecatu, ATM Mandiri SPBU Teras Ayung, ATM Mandiri Padangbai Karangasem, ATM Mandiri di SPBU Jalan Imam Bonjol dan ATM Mandiri di Batu Bolong.
 
Selain kelima pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti berupa uang Rp788 juta hasil pembobolan yang ditemukan di vila, sebuah mobil, 3.000 lebih kartu ATM palsu, tiga buah laptop, sejumlah alat skimming, puluhan kanopi (cover PIN), wig serta beberapa barang lainnya. Selain itu, juga diamankan senjata tajam berupa pisau sangkur dan parang.
 
"Terkait keberadaan Illias, kami sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi tapi identitas yang disebutkan tidak tertera. Ini yang masih kami dalami lagi," tegas mantan Direktur Shabara Polda Sumatera Utara ini.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata