BSI Sebut Tambang Emas Tujuh Bukit Banyuwangi Ramah Lingkungan

banner 160x600

Women faceDirektur PT Bumi Suksesindo (BSI) Boyke Abidin saat kegiatan media gathering di Denpasar

Denpasar, faktabali.com - Industri pertambangan tidak pernah lepas dari berbagai macam persoalan termasuk diantaranya persoalan yang menyangkut lingkungan. 
 
Selaku pengelola tambang emas Tujuh Bukit Banyuwangi di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, PT Bumi Suksesindo (BSI) menyatakan jika tambang emas yang dikenal dengan tambang emas Tumpang Pitu merupakan perusahaan penambangan emas yang ramah lingkungan.
 
"Kami sangat aktif melakukan investigasi jika mendapat aduan dari masyarakat terkait dengan dampak yang ditimbulkan oleh tambang," terang Direktur PT Bumi Suksesindo (BSI) Boyke Abidin saat ditemui usai media gathering di Denpasar, Kamis (18/10/2018).
 
Boyke menjelaskan, pihaknya sering menerima berbagai keluhan dari masyarakat seperti ikan di sekitar tambang habis, daerah menjadi banjir, maupun sumur menjadi kering. Jika sudah demikian, BSI langsung melakukan investigasi bersama dengan dinas terkait dan masyarakat untuk melakukan pembuktian secara ilmiah.
 
Terkait dengan keluhan para nelayan sekitar yang mengaku ikan menjadi berkurang, Boyke menyebut bahwa persoalan ikan berkurang tidak semata-mata berasal dari tambang, namun sudah menjadi siklus tahunan.
 
"Yang namanya ikan disana ada siklus tahunan, ada namanya musim paceklik, ada namanya musim panen laut, jadi tidak bisa dilihat dari aspek jika ikan habis pasti gara-gara tambang. Contoh masyarakat Pancer, kalau lagi panen ikan luar biasa, tapi kalau lagi paceklik perabot-perabotnya dikeluarin di depan rumah untuk dijual," tuturnya.
 
Lebih jauh Boyke menerangkan, PT Bumi Suksesindo secara aktif dengan terus mengambil inisiatif dalam berbagai program pengembangan ekonomi daerah dan nasional. Berbagai terobosan yang dilakukan BSI juga dikatakan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
 
Contohnya yakni program hibah kepemilikan saham kepada pemerintah daerah telah menjadikan Pemkab Banyuwangi sebagai salah satu pemegang saham terbesar di tambang Tumpang Pitu. Kepemilikan saham tersebut melalui PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), induk usaha dari PT BSI.
 
"Dengan kepemilikan saham oleh Pemkab Banyuwangi akan memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat Banyuwangi. Bukan hanya nilai saham yang terus meningkat, sebagai pemegang saham Pemkab Banyuwangi ikut mendorong lahirnya berbagai program CSR yang menguntungkan masyarakat," jelas Boyke.
 
Selain itu, secara finansial kontribusi tambang Banyuwangi juga terus meningkat sejalan dengan aktivitas penambangan dan produksi yang bertambah. Kami memiliki komitmen jangka panjang untuk kemajuan Banyuwangi.
 
PT BSI juga menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara aktif dan telah menjangkau sekitar 42.000-an warga, khususnya yang berada di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, lokasi Tambang Emas Tujuh Bukit berada.
 
Program CSR PT BSI fokus pada 4 bidang yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pengembangan UMKM dan pembangunan infrastruktur. Sebagai bagian dari tanggungjawab lingkungan, PT BSI telah menjalankan program rehabilitasi yang mencapai total lahan seluas 21,08 hektar.
 
"Tenaga kerja di tambang termasuk seluruh karyawan dan kontraktor saat ini berjumlah 1.795 orang, terdiri dari 99 persen warga negara Indonesia dan 1 persen ekspatriat. Dari angkatan kerja, 60 perseni berasal dari Kabupaten Banyuwangi, termasuk sekitar 38 persen dari Kecamatan Pesanggaran setempat.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata