Dandim Badung Kembali Ingatkan Anggotanya Agar Waspadai Bahaya Laten Komunis

banner 160x600

Women facePembinaan antisipasi bahaya laten komunisme dan paham radikal di Aula Makodim Badung. (ist)

Denpasar, faktabali.com - Dandim 1611/Badung Letkol Inf Handoko Yudi Wibowo, S.E., kembali mengingatkan untuk melakukan antisipasi bahaya laten komunis dan paham radikal kepada seluruh anggota dan Keluarga Besar Tentara (KBT).
 
Hal itu dikatakan Dandim dalam program pembinaan antisipasi bahaya laten komunisme dan paham radikal yang berlangsung di Aula Makodim Badung, Selasa (4/12/2018).
 
"Pembinaan antisipasi bahaya laten komunis dan paham radikal merupakan kegiatan program yang harus dilaksanakan dengan tujuan agar prajurit dan keluarganya memahami tentang ancaman bahaya laten komunis dan paham radikal sehingga mampu mengambil langkah dalam mencegah berkembangnya kedua paham tersebut di wilayah," kata Dandim.
 
Di hadapan anggota Kodim 1611/Badung baik militer maupun PNS dan Persit, Dandim berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik sehingga mencapai sasaran yang diharapkan.
 
"Pengalaman sejarah membuktikan bahwa sudah beberapa kali PKI mengadakan makar terhadap negara dan pemerintahan yang sah, disertai dengan penculikan yang tidak berperikemanusiaan kepada pahlawan revolusi. Ini menunjukkan bahwa PKI merupakan bahaya laten yang dapat membahayakan eksistensi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, yang sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila," lanjutnya.
 
Dalam perkembangan era reformasi sekarang ini, bahaya laten komunis dan paham radikal harus tetap kita waspadai dengan cermat dan cerdas, dilaksanakan melalui cara-cara dengan merapatkan barisan melalui sinergitas dengan melibatkan seluruh komponen bangsa, sebagaimana sistem pertahanan bangsa Indonesia menganut sistem pertahanan semesta.
 
Menurutnya, bangkitnya kembali bahaya laten komunis sangat dimungkinkan terjadi karena dalam dinamika perjuangannya tidak mengenal istilah kalah dan selalu bergerak dengan perkembangan situasi untuk selalu berusaha masuk di berbagai sektor lembaga negara maupun lembaga swasta dan sosial.
 
Sehingga, gerakan komunis yang bersifat total dan berlanjut yang dilakukan melalui penetrasi dan infiltrasi ke dalam organisasi massa, parpol, birokrasi dan lembaga pemerintah yang bertujuan mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi Komunis.
 
"Untuk itu agar tujuan Gerakan PKI tidak terwujud, maka seluruh komponen bangsa harus selalu waspadai dan menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali paham komunis dan radikal yang selalu berupaya memaksakan kehendak dengan cara-cara yang halus dan propaganda maupun dengan cara-cara yang radikal sehingga mengorbankan orang-orang yang tidak berdosa," pungkas Dandim.
 
Editor : Ray Wiranata