Diduga Pesawat Bermasalah Sejak di Bali, Pilot Lion Air Paksa Terbang ke Jakarta

banner 160x600

Women facePetugas saat melakukan ramp check salah satu pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Badung, faktabali.com - Sebelum jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat hingga menewaskan 181 orang penumpang dan 8 orang kru, pesawat Lion Air jenis Boeing 737 Max 8 dengan nomor registrasi PK-LQP dikabarkan sudah mengalami gangguan sejak masih berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
 
Kabar tersebut langsung dibantah oleh Otoritas Bandara (Otban) I Gusti Ngurah Rai dengan menyatakan bahwa kondisi pesawat Lion Air pada saat itu dalam keadaan normal dan laik terbang.
 
"Sebelum berangkat secara keseluruhan pesawat sudah diperiksa. Semua didata-data itu sudah ada dan itu sudah kita laporkan," kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusra, Herson, disela kegiatan ramp check pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu (4/11/2018).
 
Ketika ditanya terkait dengan penundaan keberangkatan pesawat Lion Air hingga beberapa jam sebelum berangkat ke Jakarta lantaran diduga mengalami kerusakan, kembali Herson mengatakan tidak ada persoalan yang ditemukan.
 
"Semua sudah clear didata kami dan sudah kami laporkan kepada pimpinan. Kalau memang ada kerusakan terus kemudian pilot mengatakan tidak berani, ya tidak akan bisa terbang. Kalau sudah terbang berarti tidak ada masalah dan buktinya bisa nyampai di Jakarta," terangnya.
 
Informasi diperoleh justru sangat berbeda dengan apa yang dikatakan Herson. Menurut sumber, sesaat sebelum take off dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, pesawat naas tersebut sudah mengalami masalah.
 
Hal itu diketahui dari pembicaraan antar awak pesawat bahwa telah terjadi gangguan di pesawat Lion Air. Namun ketika pihak AirNav mencoba bertanya, pilot Lion Air mengatakan bahwa pesawat sudah tidak ada masalah.
 
Yang tak kalah mencengangkan, sumber juga mengungkapkan bahwa banyak hal telah dilanggar oleh pihak Lion Air seperti pemeriksaan pesawat tidak sesuai dengan standar operational precedure (SOP).
 
"Pemeriksaan pesawat tidak sama dengan memeriksa mobil, apalagi ini sampai dikatakan ada unsur kelalaian, sudah pasti melanggar SOP. Kalau saya sendiri tidak tau kenapa seperti itu, bisa saja mereka hanya mengejar profit sehingga mengabaikan hal-hal di atas tadi," sentilnya.
 
Terkait dengan dugaan adanya pelanggaran prosedur saat pemeriksaan pesawat, Communication and Legal Section Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim enggan berkomentar. Namun ia menjelaskan bahwa pilot mempunyai otoritas sendiri dalam mengambil keputusan sebelum pesawat diterbangkan.
 
"Pilot itu kan punya otoritas dan wewenang sendiri, otoritas full, dia bilang sudah dicek dan tidak ada masalah, ya sudah berangkat, sampai Jakarta pun selamat. Nah di Jakarta, apakah note pemeriksaan yang dari Bali itu sampai apa tidak, saya tidak tau karena di Jakarta sendiri dikatakan clear," kata Arie.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata