Edukasi Masyarakat, Rai Wirajaya Gelar Simulasi Pencoblosan

banner 160x600

Women faceSimulasi pencoblosan yang digelar Anggota DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya

Denpasar, faktabali.com - Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan hak pilihnya dalam Pemilihan calon anggota legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.
 
Setelah menyerahkan KTP dan formulir C6 kepada petugas, masyarakat menunggu hingga panitia memanggil nama dan diberikan surat suara. Lalu masyarakat diarahkan ke bilik suara untuk melakukan pencoblosan.
 
Ada lima kertas suara yang harus dicoblos. Warna hijau untuk surat suara DPRD Kabupaten/Kota, biru untuk DPRD Provinsi, kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, dan abu-abu untuk surat suara Presiden dan Wakil Presiden.
 
Kemudian pemilih melipat surat suara sesuai petunjuk dan memasukkan ke kotak suara yang tersedia. Proses selanjutnya yakni masyarakat mencelupkan jari tangannya ke tinta sebagai tanda bahwa seseorang telah menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Umum (pemilu).
 
"Ini merupakan simulasi bagaiamana cara masyarakat dalam mencoblos saat Pilpres dan Pileg yang dilaksanakan serentak pada tanggal 17 April 2019 nanti," terang Anggota DPR RI dari Frakasi PDI Perjuangan I Gusti Agung Rai Wirajaya, saat ditemui di sela simulasi pencoblosan, Sabtu (3/2/2019) di Denpasar.
 
Rai Wirajaya mengatakan, meski pemilu berlangsung setiap lima tahun sekali, tidak sedikit masyarakat masih kesulitan saat proses pencoblosan. Hal ini yang mendorongnya untuk menggelar simulasi nasional tentang tata cara pencoblosan.
 
"Simulai yang digelar juga sebagai upaya untuk menekan angka golput di masyarakat. Maka kembali saya mengajak agar dalam pemilu ini jangan sampai golput, ini juga untuk Indonesia yang lebih baik," ajak Caleg DPR RI dapil Bali nomor urut 4 dari PDI Perjuangan ini.
 
Salah satu warga yang mengikuti simulasi pencoblosan mengaku senang karena merasa terbantu. Sebab, Pilpres dan Pileg 2019 yang digelar bersamaan membuatnya bingung dikarenakan kertas suara yang harus dicoblos lebih banyak.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata