Enam Bulan DPO, Pelaku Pengelapan Ditangkap Resmob Polresta Denpasar

banner 160x600

Women faceTersangka penggelapan saat di Mapolresta Denpasar

Denpasar, faktabali.com - Setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena terlibat kasus penggelapan uang sebesar Rp40,9 miliar di PT Karya Andal Sejati (KAS), Ni Desak Putu Suarningsih (53) akhirnya ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar.
 
Perempuan asal Tabanan yang menjadi DPO sejak bulan Mei 2018 ini ditangkap di Perumahan Agung Permai Jalan Sumur Batu Raya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
 
"Kasus penggelapan ini dilakukan tersangka ketika menjabat Direktur Distribusi dan Keuangan PT Karya Andal Sejati, sebuah perusahaan yang bergerak dalam penjualan pupuk di Jalan Akasia Ujung nomor 2 Kesiman, Denpasar," kata Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana saat rilis kasus di Mapolresta Denpasar, Kamis (8/11/2018).
 
Kasus sendiri berawal saat Ni Desak Putu Suarningsih meminjam uang perusahaan Rp3,6 miliar. Selain di perusahaan, tersangka juga meminjam uang Rp 8,4 miliar ke I Nyoman Tjager selaku pemilik PT Karya Andal Sejati.
 
"Uang pinjaman tersebut dipakai modal untuk Koperasi Wanita Giri Kusuma milik tersangka beralamat di Perumahan Jadi Pesona IV nomor 6 Pedungan, Denpasar Selatan," jelas AKBP Artana dengan didampingi Wakasat Reskrim Polresta Denpasar AKP Nyoman Darsana.
 
Dalam perjalanan, pinjaman tersangka membengkak dan tidak bisa membayar bunga 1 persen. Lebih miris lagi, tersangka nekat menjaminkan sertifikat tanah milik nasabah di Koperasi BRI dan mendapat pinjaman uang sebesar Rp3,5 miliar.
 
Tidak hanya menggadaikan sertifikat, tersangka juga memakai BPKB nasabah Koperasi untuk mencari dana di Koperasi Karya Pemulung di Jalan Pura Demak, Denpasar Barat serta meminjam uang di rentenir.
 
"Uang itu kemudian dipakai membayar bunga ke perusahaan dan pemilik PT Karya Andal Sejati. Total uang dari pinjaman Koperasi Karya Pemulung dan rentenir sebesar Rp24 miliar," beber perwira melati dua dipundak ini.
 
Parahnya lagi, tersangka juga mencuri dua buah BPKB truk milik PT KAS kemudian digadaikan di Koperasi Ema Duta Mandiri sebesar Rp205 juta. Kemudian BPKB mobil Honda CRV perusahaannya juga digadai di Koperasi Dana sebesar Rp50 juta.
 
"Setelah menggadai surat-surat, tersangka membawa mobil CRV perusahaan kepada seseorang bernama Ni Wayan Karcis dan digadai Rp50 juta. Mobil ini akhirnya disita oleh Koperasi Dana karena tersangka juga sempat meminjam uang Rp1,4 miliar menggunakan jaminan sertifikat rumahnya di Perumahan Jadi Pesona IV nomor 6 Pedungan," beber Wakapolresta.
 
Kasus ini lalu dilaporkan PT KAS ke Polresta Denpasar pada 7 April 2018. Hasil penyelidikan, tersangka terbukti penggelapan dan dilaporkan ke Polresta Denpasar. Ia memilih kabur ke luar Bali dan Mei 2018 ditetapkan sebagai DPO.
 
Tersangka akhirnya terlacak dan dibekuk di Perumahan Agung Permai Jalan Sumur Batu Raya Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Dari tangan tersangka, turut diamankan barang bukti berupa dua BPKB serta mobil CRV milik PT KAS.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata