Gasak Perhiasan Milik WNA Korea, Komplotan Curat Lintas Provinsi Digulung Buser Polsek Densel



banner 160x600
Women faceKanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan IPTU Bangkit Dananjaya menunjukkan narkoba milik tersangka

Denpasar, faktabali.com - Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan meringkus dua orang pelaku pencurian dengan pemberatan lintas Provinsi. Dalam menjalankan aksinya, ke dua pelaku masing-masing bernama Gatot Wijaya (41), dan Alek Sander (27) menyasar rumah kosong yang di tinggal penghuninya.

Kanit Reskrim IPTU Bangkit Dananjaya menjelaskan, peristiwa pencurian yang terjadi di Maja Huma Residence A3, Jalan Tukad Balian, Renon, Denpasar Selatan, Sabtu (3/2/2018) berawal saat korban, Chang Suk Cho (38), pergi meninggalkan rumah sekitar pukul 15:30 Wita.

Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak gembok pagar dan merusak pintu depan rumah korban. "Mereka langsung masuk kamar dan mengambil barang-barang milik korban seperti perhiasan emas dan lain-lain. Korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp100 juta," terangnya, Selasa (12/2/2018).

Baca Juga: Di Karangasem, Mantra-Kerta Bicara Pentingnya Asuransi Bagi Sulinggih, Nelayan dan Pekaseh 

Baca Juga: Sekjen DPP Garnita: Soliditas Senjata Ampuh Menangkan Mantra-Kerta

Korban yang pulang kerumahnya sekitar pukul 19:30 Wita terkejut saat mendapati gembok pagar rumahnya sudah hilang. Korban yang merupakan WNA asal Korea ini dikabarkan seketika lemas saat mengetahui barang-barangnya yang tersimpan di dalam kamarnya telah lenyap.

"Setelah mendapat laporan dari korban, kita datangi TKP guna meminta keterangan para saksi dan memeriksa rekaman CCTV. Disana kita dapatkan ciri-ciri pelaku pencurian. Dan dari hasil penyelidikan, kita ketahui bahwa pelaku menginap di seputaran Kuta," jelas Kanit.

Beberapa jam kemudian atau sekitar pukul 23:10 Wita, komplotan pencuri asal Palembang, Sumatera Selatan, ini di tangkap saat berada di New Arena Hotel kamar nomor 113, Jalan Poppies I gang Sorga Kuta. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang-barang milik korban yang di curi pelaku.

"Mereka sengaja datang ke Bali untuk melakukan pencurian. Sebelum kami tangkap, pelaku terlebih dulu beraksi di daerah Kuta Selatan, tapi di sana nggak dapat hasil," terang IPTU Bangkit.

Ketika di tanya, ke dua pelaku yang saat ini beralamat tinggal di daerah Bekasih, Jawa Barat, tersebut mengatakan, mereka berkeliling mencari rumah yang terlihat sepi dengan menggunakan sepeda motor. Setelah mendapat sasaran, para pelaku kemudian masuk dengan cara mencongkel pintu menggunakan linggis.

"Kalau yang ini kami berkeliling selama satu jam. Pas melihat pagar rumah di gembok dari luar, kami yakin kalau penghuni rumah pergi. Didalam rumah korban kami tidak lama, sekitar 25 menit, setelah dapat barang kami langsung pergi," tutur Gatot Wijaya, otak komplotan. 

"Para pelaku kita jerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," terang IPTU Bangkit.

 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata