Gelar Workshop Pemahaman Keagamaan, Kakanwil Agama Bali Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat

banner 160x600

Women faceWorkshop pemahaman keagamaan yang digelar Bidang Bimas Islam Kanwil Agama Provinsi Bali

Denpasar, faktabali.com - Dalam sebuah pertahanan dan peningkatan sebuah kualitas negara tidak terlepas dari kebersamaan, mengedepankan nilai persaudaraan, dan meningkatkan budaya hidup rukun diantara kita.
 
"Jangan sampai kita memiliki ambisi untuk kepentigan pribadi dan kelompok semata," ucap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag saat memberikan sambutan dalam workshop pemahaman keagamaan yang digelar Bidang Bimas Islam Kanwil Agama Provinsi Bali, Rabu (21/11/2018) di Hotel Nirmala Denpasar.
 
Oleh karena itu, pihaknya mengajak kepada seluruh elemen untuk bersama-sama memiliki cita-cita menciptakan hidup dengan penuh perdamaian, dan meningkatkan nilai persaudaraan antar agama, persaudaraan sebangsa dan setanah air, serta persaudaran antar sesama manusia.
 
"Hidup dengan penuh perdamaian dan kerukunan menjadi salah satu harapan negara. Pengetahuan agama menjadi salah satu solusi yang tepat untuk bisa menggapai hal tersebut. Jika kita memahami agama secara mendalam tidak mungkin akan terjadi pertentangan karena perbedaan pemahaman, perbedaan agama atau keyakinan, perbedaan suku dan perbedaan budaya," terang Kakanwil.
 
Menurutnya, justru dengan sikap saling menghargai, saling tolong menolong dalam kebaikan, berbudi pekerti yang baik dan selalu mengedepankan perdamaian akan menciptakan kerukunan antar sesama.
 
"Karena tidak ada agama yang mengajarkan tentang perselesihan, tidak ada agama yang mengajarkan tentang perpecahan, dan tidak ada agama yang mengajarkan untuk menebar kebencian," jelasnya.
 
Dalam kesempatan itu Kakanwil juga menerangkan, agama telah mengajarkan kita untuk membangun persaudaraan dalam tiga hal yakni persaudaraan sesama agama, persaudaraan se bangsa se tanah air dan persaudaraan sesama manusia.
 
Persaudaraan sesama agama yaitu setiap manusia yang memiliki konsep keimanan yang sama sejatinya ia telah bersaudara yang diikat dalam ajaran keyakinannya. Sehingga sangat tidak baik sesama agama saling bermusuhan apalagi sampai berpecah belah.
 
Persaudaraan se bangsa dan se tanah air yakni setiap manusia yang terlahir dan hidup dalam bangsa dan tanah air yang sama.
 
"Maka ada sebuah kewajiban bagi kita untuk saling menjaga kerukunan antar umat beragama dan membudayakan sikap saling membutuhkan, saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjunjung tinggi martabat bangsa di mata bangsa lain," paparnya.
 
"Adapun persaudaraan sesama manusia adalah setiap manusia yang terlahir dimuka bumi harus menyadari bahwa seluruh umat manusia di dunia ini adalah saudara kita dan tidak ada perbedaan yang menjadi alasan untuk bermusuhan karena tidak ada manusia satupun yang hidup dalam keabadian," pungkasnya.
 
Workshop diikuti sekitar 50 orang undangan seperti dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, Kasi Bimas Islam Kabupaten/Kota, Ketua lembaga/Organisasi Islam, serta Tokoh Masyarakat di Bali.

Editor : Ray Wiranata