Gus Adhi Dukung Keinginan Masyarakat Pemogan Kelola Tahura Ngurah Rai Untuk Ekowisata 

banner 160x600

Women faceRombongan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra mengunjungi Kawasan Tahura Ngurah Rai

Denpasar, faktabali.com - Keinginan warga Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan untuk dapat mengelola Kawasan Tahura Ngurah Rai sebagai ekowisata mendapat respon positif dari pemerintah pusat. Hal itu terlihat saat rombongan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra mengunjungi kawasan tersebut.
 
"Saya menilai upaya masyarakat Desa Pemogan Denpasar mewujudkan ekowisata sebagai hal positif dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pemberdayaan potensi yang ada," jelas Gus Adhi begitu kerap ia disapa saat bertatap muka dengan warga Pemogan, Jumat (2/11/2018) di balai pertemuan setempat.
 
 
Oleh karena itu ia sangat mendukung rencana pengembangan kawasan tersebut dan akan memfasilitasi masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan ekowisata Tahura ini. Dalam kesempatan tersebut Gus Adhi bahkan memastikan dalam waktu dekat program masyarakat ini bisa terealisasi.
 
Ia optimis aspirasi masyarakat ini bisa terwujud lantaran penting untuk pelestarian lingkungan. Bahkan menurutnya permohonan warga ini sudah mendapat lampu hijau dari KLHK dan sudah masuk tahap akhir. Tinggal melengkapi syarat administratif.
 
"Lewat ekowisata Tahura ini kita bisa mewujudkan kehidupan baru di Pemogan. Ini agar jadi kebanggaan bersama. Dimana ekonomi warga bergeliat sambil menjaga kelestarian lingkungan yang di daerah lain sulit kita temui," ujar Anggota Fraksi Golkar DPR RI ini.

Terkait ekowisata, Gus Adhi mengatakan selain pemberdayaan kawasan hutan, juga di kawasan itu akan dikembangkan flora dan fauna untuk mendukung kawasan ini menjadi destinasi wisata baru karena beberapa species burung sangat cocok di kawasan tersebut.
 
Perbekel Desa Pemogan I Nyoman Gede Wiryanata mengatakan pihaknya mengajukan permohonan pengembangan ekowisata di kawasan Tahura ini agar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Pemogan. Hal ini juga bisa membantu kelompok masyarakat dan nelayan dalam pelestarian mangrove.

Ia mengungkapkan warga juga berharap segera ada realisasi normalisasi sungai yang juga dimanfaatkan untuk upacara melasti.
 
"Diharapkan juga ada bantuan untuk penanganan sampah sebab warga Desa Pemogan dan sekitarnya yang berada di sisi selatan Denpasar merasa sangat menderita karena wilayah ini kerap terkena banjir akibat sungai meluap karena tumpukkan sampah pada saat musim hujan," ucapnya.
 
Dalam pertemuan itu juga hadir Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam Ditjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Listya Kusumawardhani, Direktur Ekosistem Esensial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tandya Tjahjana, Kadis Perikanan dan Kelautan Denpasar serta pejabat terkait lainnnya.
 
Pertemuan digelar sebagai tindak lanjut pertemuan sebelummya terkait permohonan warga Desa Pemogan untuk mengelola kawasan Tahura ini sebagai ekowisata serta penanganan sampah yang memenuhi aliran sungai di kawasan itu.
 
Editor : Ray Wiranata