Hadapi Pilpres 2019, Pimpinan PT Berikan Pernyataan Sikap

banner 160x600

Women facePimpinan Perguruan Tinggi saat menggelar Rembuk Nasional ke-2 dengan mengambil tema "Independensi Kampus & Mendidik Generasi Milenial"

Denpasar, faktabali.com - Pimpinan Perguruan Tinggi (PT) se Indonesia menegaskan bahwa kampus terus menjaga independensi dan netralitas menjelang hajatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
 
Hal itu menjadi kesepakatan saat pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia melaksanakan Rembuk Nasional ke-2 dengan mengambil tema "Independensi Kampus & Mendidik Generasi Milenial" yang digelar di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII, Denpasar.
 
"Independensi ini adalah modal utama keberadaan dunia akademik yang bersumber pada kebenaran serta kejujuran ilmiah. Lembaga pendidikan seperti kampus dituntut agar netral dari pengaruh konstestasi politik terkini (Pilpres 2019)," kata Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, SH., MH., penggagas dan koordinator kegiatan, Kamis (27/9/2018).
 
Bagus Rarendra menambahkan, dengan peryataan sikap ini diharapkan civitas akademik tidak digunakan oleh para kontestan Pilpres 2019, baik Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno untuk kepentingan kontestasi.
 
"Ini demi persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Civitas akademika tetap menjadi individu warga dan tetap memiliki kebebasan dalam penentuan aspirasi politik. Namun, kampus harus terhindar dan tidak masuk dalam pendaerah kontestasi politik baik nasional maupun nasional," paparnya.
 
Ketika disinggung apakah sebuah perguruan tinggi juga tidak dapat menerima kedatangan capres-cawapres di kampus kendatipun hanya mengadakan acara seminar, dan tidak dalam konteks visi misi, Radendra mengimbau sebaiknya pihak kampus mengundang kedua pasangan.
 
"Kalau mau mengundang capres-cawapres sekalian dua-duanya. Kalau hanya salah satu saja dengan alasan apapun akan mudah diasosiasikan sebagai pemihakan," papar Radendra yang Ketua Yayasan Handayani Denpasar ini.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata