Kader Partai NasDem Apresiasi Bupati Badung Teken Perbup Santunan Lansia

banner 160x600

Women faceSiti Amelia

 
Badung, faktabali.com - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) Santunan Lanjut Usia (Lansia). Dalam Perbup yang diteken Giri Prasta pada awal Oktober lalu itu, lansia yang usianya telah 60 atau 70 tahun, serta lansia sakit dan harus di tempat tidur (bedridden) akan mendapatkan santunan Rp1 juta per bulan.
 
Selain Perbup Santunan Lansia di Badung, urusan para Lansia di Bali kini juga diatur khusus oleh Pemprov Bali. Hal ini dipastikan setelah DPRD Provinsi Bali menetapkan Perda Tentang Kesejahteraan Lansia, beberapa hari lalu. 

Kehadiran Perbup Santunan Lansia yang diteken Bupati Giri Prasta serta Perda Lansia yang disahkan DPRD Bali ini mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Apresiasi di antaranya datang dari calon anggota DPRD Kabupaten Badung nomor urut 6 Dapil Kuta Utara dari Partai NasDem, Siti Amelia.
 
"Bagi saya ini luar biasa. Sebab lansia di Bali dijamin 100 persen kesejahteraan dan perlindungannya oleh pemerintah," kata Siti Amelia, di Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (8/11/2018).
 
Menurut srikandi Partai NasDem Bali kelahiran Jakarta itu, dirinya menerima amanah untuk tampil sebagai calon anggota legislatif serta berjuang untuk duduk sebagai legislator, salah satunya dalam rangka memperjuangkan kesejahteraan para lansia.
 
"Kita bersyukur, karena ternyata hal ini sudah mendapatkan perhatian pemerintah, termasuk di Badung. Apabila kelak saya dipercaya duduk sebagai wakil rakyat di Badung, maka saya akan memastikan bahwa kebijakan ini benar-benar dilaksanakan," ucapnya.
 
Siti Amelia menambahkan, melalui Perda ini para lansia di Bali akan mendapatkan jaminan prioritas layanan kesehatan. Bahkan para lansia juga mendapatkan pekerjaan bagi yang masih produktif.
 
"Tentu ini menarik, karena mengakomodir harapan sebagian lansia yang potensial. Jelas dengan catatan, mereka masih memiliki kemampuan fisik dan lain sebagainya," ujar Wakil Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak DPW Partai NasDem Provinsi Bali.
 
Selain kesempatan kerja, Perda ini juga dikatakan memberi ruang kepada lansia untuk diberikan pelatihan. Perda Lansia juga mengatur pendampingan bagi orang yang memiliki lansia.
 
"Perda ini luar biasa. Karena ada konseling juga. Kenapa? Karena merawat lansia tidak mudah, terutama yang sudah pikun. Karena itu, perlu ada pelatihan, konseling untuk lansia," tuturnya.
 
Yang tak kalah menarik, imbuhnya, Perda Lansia juga mewajibkan pemerintah daerah menyediakan Graha Wredha dan rumah singgah bagi para lansia. Di Graha Wredha, para lansia diberikan ruang untuk berkegiatan dan berkomunikasi dengan para anak-anak muda untuk saling bertukar pikiran.
 
"Di Graha Wredha ini, akan berkumpul para lansia. Mereka bisa bercengkrama, berdiskusi, menyelesaikan urusan lansia. Jadi mereka terhindar dari stres. Ini tentu luar biasa," kata Siti Amelia, yang juga Sekretaris DPW Garnita (Garda Wanita) Malahayati NasDem Provinsi Bali.
 
Ia juga mengapresiasi adanya rumah singgah, yang diatur dalam Perda tersebut. Rumah singgah diharapkan bisa menjadi tempat transit bagi para lansia.
 
"Saya mendengar, rumah singgah ini juga bisa menjadi tempat penitipan perawatan lansia selama keluarganya bepergian. Ini bagus sekali. Daripada tidak terurus, bisa dititipkan di rumah singgah sampai yang memiliki lansia itu datang ke Bali," ucapnya.
 
Ia mengaku, ada begitu banyak hal positif lainnya yang diatur secara baik dalam Perda ini. Misalnya wadah Sekaa Wredha atau Karang Desa bagi lansia, layanan prioritas di berbagai bidang, termasuk mewajibkan pemerintah provinsi hingga pemerintah desa/ kelurahan serta dunia usaha untuk memberikan keringanan biaya untuk para lansia.
 
"Bahkan Perda ini juga mengatur soal pembentukan relawan bagi para lansia yaitu Sahabat Lansia, dan juga Sekaa Teruna Peduli Lansia. Kita akan coba berpartisipasi misalnya dengan membentuk Sahabat Lansia," pungkas Siti Amelia.
 
Editor : Ray Wiranata