Kakanwil Agama Bali Minta Masyarakat Kedepankan Kerukunan Hadapi Tahun Politik

banner 160x600

Women faceDialog lintas agama sekaligus terkait Hari Raya Nyepi 2019 di aula Kantor Kemenag Badung

Badung, faktabali.com - Semangat kerukunan di tengah-tengah masyarakat yang "Multikultur" melalui beberapa pendekatan di antaranya mengaktifkan komunikasi terbuka. Sikap memahami orang lain merupakan hal mendasar yang harus ada dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
 
"Untuk memahami agama secara integral diperlukan sikap ketulusan dari masing-masing pemeluk agama serta kemauan untuk saling memahami," kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra dalam dialog lintas agama sekaligus terkait Hari Raya Nyepi 2019 di aula Kantor Kemenag Badung, Kamis (7/2/2019).
 
Menurutnya, toleransi beragama merupakan kelanjutan dari sikap pengakuan dari para penganut agama terhadap agama yang ada diluar keyakinannya. Saling bekerjasama antar penganut agama satu dan yang lain merupakan puncak keberhasilan toleransi itu sendiri.
 
"Apalagi tahun ini adalah tahun politik. Sangat diharapkan agar seluruh elemen masyarakat tidak henti-hentinya mengedepankan nilai-nilai kerukunan dan kebersamaan," ucap Lastra.
 
Ia mengaku bersyukur bahwa ditengah keragaman yang begitu luas seperti perbedaan suku, budaya, bahasa dan agama masyarakat Indonesia masih tetap rukun meskipun terkadang timbul kasus-kasus tertentu.
 
Dalam dialog yang juga dihadiri Ketua FKUB Bali, Ketua PHDI Bali, MUDP Provinsi Bali, Ketua MUI Bali, Polda Bali, Korem 163/Wira Satya, serta lembaga lainnya tersebut juga dikeluarakan delapan poin seruan bersama terkait Hari Raya Nyepi 1941/2019.
 
Tidak ada yang berbeda seperti Hari Nyepi 2018 tahun lalu, salah satu imbauan yang tahun ini akan juga akan tetap dipakai yakni provider penyedia jasa seluler agar mematikan data internet pada saat Nyepi, Kamis 7 Maret 2019 dari pukul 06.00 Wita hingga Jumat 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita.
 
"Perayaan ini membuat Pulau Bali sebagai satu-satunya pulau di dunia yang mampu mengistirahatkan seisi pulau secara total sehari penuh dari berbagai aktivitas. Setahun sekali memberi kesempatan kepada alam semesta untuk bebas menghirup segarnya udara tanpa asap dan polusi kendaraan dan mesin," ungkap Kakanwil Agama.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata