Kapolda Bali Tegaskan Kampus di Bali Bersih dari Paham Radikalisme

banner 160x600

Women faceDeklarasi Pergerakan Mahasiswa Merajut Kebangsaan 2018

Denpasar, faktabali.com - Saat menghadiri Deklarasi Pergerakan Mahasiswa Merajut Kebangsaan 2018, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir mengatakan bahwa lingkungan kampus harus bersih dari bibit-bibit radikalisme.
 
"Segala bentuk radikalisme harus dihilangkan dari Indonesia karena sudah bertentangan dengan Undang-undang 1945," kata Nasir di hadapan kurang lebih 8500 mahasiswa dari 9 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTN) di Bali, Sabtu (29/9/2018) di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.
 
Bahkan secara tegas Menristekdikti menyatakan pihaknya tidak akan mentolelir siapapun yang terlibat aksi-aksi radikalisme, termasuk para dosen.
 
"Bila ditemukan dosen yang terlibat akan kami ingatkan mereka, memilih keluar sebagai dosen atau tetap menjadi dosen. Kalau menjadi dosen harus mengikuti peraturan dari kami, kalau memilih keluar urusannya dengan aparat penegak hukum," ucapnya.
 
Sementara Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose menegaskan, hingga saat ini aparat kepolisian belum menemukan adanya indikasi mahasiswa di Bali terpapar paham radikalisme.
 
"Saya tidak melihat mahasiswa-mahasiswi di Bali menjurus dengan terorisme. Dan itu merupakan hasil kerja luar biasa dari Menristekdikti beserta jajaran rektor," ucap Kapolda.
 
Irjen Petrus Golose menerangkan, empat konsensus dasar yakni Pancasila, UUD tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final. Sehingga, paham radikalisme tidak boleh muncul di Indonesia.
 
"Dengan adanya deklarasi oleh mahasiswa di Bali, saya harap bisa menular hingga ke kampus-kampus di seluruh Indonesia. Dan kalau kondisinya bisa seperti ini, saya meyakini selama pelaksanaan pemilu baik Pileg maupun Pilpres 2019 dapat berjalan dengan aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan," ucapnya.
 
Tampak hadir dalam deklarasi seperti Rektor Unud, Rektor Undiksha, Rektor Warmadewa, Rektor Unmas, Rektor PNB, Rektor IHDN, Rektor UNHI, Rektor UNR, Rektor IKIP, Rektor ISI Denpasar, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Bali-Nusra, serta undangan lain.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata