Obok-obok THM, Petugas BNNP Bali Temukan Cewek Cafe Konsumsi Sabu dan Ekstasi



banner 160x600
Women facePetugas BNNP Bali saat melakukan tes urine terhadap pemandu lagu di salah satu Cafe yang ada di Denpasar. (ist)

Denpasar, faktabali.com - Enam orang pengunjung serta karyawan tempat hiburan malam (THM) di seputaran Kota Denpasar kedapatan mengkonsumsi narkotika jenis Sabu dan Ekstasi.
 
Mereka terditeksi menggunakan narkoba ketika petugas BNNP Bali melakukan razia di tiga tempat hiburan malam yaitu Cafe Mahadewi, New Sampoerna Cafe, dan Cafe New Asri.
 
Kabid Brantas BNNP Bali AKBP Ketut Arta menerangkan, terjaringnya para pelaku berawal dari sweeping yang di gelar petugas BNNP Bali, Sabtu (15/9/2017) dini hari. 
 
Sweeping pertama petugas melakukan tes urine terhadap 10 orang pengunjung, karyawan, manajer dan LC (Ladies Companion) di Cafe Mahadewi yang berada di seputaran Gatot Subroto Barat.
 
"Dari 10 orang yang di tes urine di dapat hasil satu orang positif menggunakan methamphetamine dan amphetamine," terang Kabid Brantas saat dikonfirmasi, Sabtu (16/9/2017).
 
Setelah dari Cafe Mahadewi, petugas kembali melakukan tes urine terhadap 10 orang yang terdiri dari pengunjung, dan staf New Sampoerna Cafe. "Kami kembali dapati dua orang yang positif menggunakan methamphetamine dan amphetamine," kata Kabid.
 
Belum cukup mengobok-obok dua Cafe yang ada di wilayah Gatot Subroto Barat, petugas kembali melakukan razia ke New Asri Cafe yang berada di seputaran Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat.
 
"Kita lakukan tes urine terhadap 8 orang yang terdiri dari pengunjung, staff, manajer dan LC. Dari hasil tes urine di dapat hasil dua orang positif menggunakan methamphetamine dan amphetamine, serta satu orang positif menggunakan amphetamine," terang AKBP Ketut Arta.
 
Meski positif mengkonsumsi narkoba, Kabid Brantas menerangkan bahwa keenam pelaku tidak langsung di bawa ke kantor BNNP Bali melainkan hanya dimintai identitas. 
 
"Memang tidak langsung kami tahan. Hari Senin (18/9/2017) mereka kami suruh datang untuk melakukan rehabilitasi di BNNP Bali. Disana nanti dilakukan asesment guna mengetahui dari mana mereka mendapatkan barang dan menilai tingkat kecanduan mereka," pungkas Ketut Arta.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata