Peduli Musibah Gunung Agung, Ribuan Masyarakat Gelar Doa Bersama



banner 160x600
Women face

Denpasar, faktabali.com - Ribuan masyarakat Denpasar dan sekitarnya mengikuti acara doa bersama yang di gagas Kodam IX Udayana. 
 
Kegiatan yang mengambil tema doa bersama lintas agama TNI beserta komponen masyarakat untuk keselamatan bencana Gunung Agung, ini berlangsung, Sabtu (30/9/2017) di lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar.
 
Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak mengatakan menyambut baik kegiatan doa yang di gelar. Menurutnya, acara tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap eksistensi kehidupan bermasyarakat.
 
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda yang telah mendoakan pulau Bali beserta isinya agar tetap memperoleh kedamaian dan keselamatan dari siaga bencana Gunung Agung saat ini," ucapnya.
 
Panglima menjelaskan, pihaknya berserta aparat kepolisian akan menjalankan apapun perintah dari pemerintah.
 
"Kami siap mendukung itu semua dan kami siap bahu membahu. Kegiatan kali ini bukan sekedar berdoa tapi menunjukkan kepada seluruh masyarakat dunia bahwa TNI, Polri, Pemerintah dan masyarakat bahu membahu untuk masalah ini," paparnya.
 
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang mewakili Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Pangdam IX Udayana yang telah menginisiasi langkah kongkrit dalam mendoakan alam yang mulai bergejolak. 
 
"Mudah-mudahan doa ini mampu memberikan jalan terbaik bagi kita semua agar terus bisa dalam kondisi aman karena kita tidak tau kapan Gunung Agung akan meletus," ucapnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga meminta kepada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk berhenti membuat berita bohong soal Gunung Agung.
 
"Kalau ada yang melakukan berita-berita hoak seperti itu tolong berhenti karena bisa menyesatkan masyarakat kita. Hentikan semua itu dan mari bantu saudara-saudara kita yang tengah kesusahan," kata Wagub.
 
Sementara, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, memperkirakan bahwa letusan Gunung Agung akan jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan tahun 1963.
 
"Saat letusan hebat tahun 1963 yang terdampak serius hanyalah setengah dari Kabupaten Karangasem, dan sebagian kecil dari Kabupaten Klungkung. Saya punya kepercayaan bahwa tidak akan ada korban jiwa sebagai akibat letusan Gunung Agung, kalau memang akhirnya meletus di tahun 2017 ini," katanya.
 
Namun demikian, Ketua FKUB menyatakan bahwa kewaspadaan, kehati-hatian, dan tindakan-tindakan pencegahan terjadinya korban memang tetap patut untuk didukung dan dilaksanakan.
 
"Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bersikap saat menghadapi musibah yaitu mengulurkan tangan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkannya, karena musibah yang menimpa saudara kita meski berada jauh dari kita adalah musibah kita semua, karena kita semua adalah satu," pungkasnya.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata