Pertaruhkan Nyawa, WNA Tanzania Sembunyikam 1 Kilogram Sabu Kedalam Perut 

banner 160x600

Women faceWNA asal Tanzania beserta BB narkoba yang diamankan petugas

Badung, faktabali.com - Seorang WNA asal Tanzania berinisial ARA (42) dibekuk petugas gabungan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat mencoba menyelundupkan narkoba jenis sabu ke Bali. Modus yang dilakukan pelaku yakni membungkus sabu ke dalam plastik ukuran kecil-kecil.
 
"Paket sabu ukuran plastik kecil kemudian ditelan oleh pelaku. Benda tersebut kita temukan di dalam perut pelaku," ungkap Himawan Indarjono Kepala KPPBC TMP Ngurah Rai saat ekspose pengungkapan kasus penyelundupan narkoba, Selasa (12/2/2019) di Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung.
 
Himawan menerangkan, pelaku tiba di Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat Qatar Airways QR 962 rute Doha-Denpasar, Rabu (30/1/2019) sekitar pukul 18.00 Wita. Setelah melewati pemeriksaan dengan mesin X-Ray, petugas kembali memeriksa secara mendalam terhadap barang bawaan milik pelaku.
 
"Karena dicurigai pelaku membawa benda terlarang, kami kemudian memutuskan untuk melakukan pemeriksaan rontgen/ CT Scan di sebuah rumah sakit di Denpasar," kata Himawan.
 
Dari hasil rontgen tampak benda asing mencurigakan  di dalam saluran pencernaan pelaku. Setelah dilakukan upaya pengeluaran, ditemukan sebanyak 82 bungkusan plastik berisi bubuk putih seberat 1.036,70 gram brutto yang merupakan sediaan narkotika jenis methamphetamine (sabu).
 
Ketika proses kasus diserahkan ke Polresta Denpasar, pelaku kembali mengeluarkan 17 bungkusan plastik berisi methamphetamine sehingga secara keseluruhan barang bukti yang ditemukan menjadi 99 bungkus sabu dengan berat bersih 1.130,96 gram.
 
"Modus ini tergolong ekstrem karena selain dapat membahayakan si penyelundup, juga sulit untuk dideteksi oleh petugas. Inilah salah satu manfaat pemeriksaan badan yang dilakukan petugas Bea Cukai, yaitu untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke Indonesia. Dari hasil pemeriksaan, pelaku yang mengaku sebagai penguasa ini mengatakan mendapat upah $2000," jelas Himawan.
 
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 102 huruf (e) j.o Pasal 103 huruf (c) Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan j.o Pasal 113 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan tuntutan hukuman pidana mati.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata