Polda Bali Tetapkan Tersangka, Sudikerta Dicopot Sebagai Ketua Golkar Bali

banner 160x600

Women faceGede Sumarjaya Linggih

Denpasar, faktabali.com - Karier politik Ketut Sudikerta terancam habis. Sudikerta dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, beberapa hari pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali.

Sudikerta yang terjerat kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan menggunakan surat palsu serta pencucian uang, ini digantikan oleh koleganya Gede Sumarjaya Linggih, selaku Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali.
 
Kepastian pemberhentian Sudikerta sekaligus pengangkatan Sumarjaya Linggih ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP Partai Golkar Nomor Kep-362/ DPP/ Golkar/ XII/ 2018 tertanggal 4 Desember 2018. SK tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto dan Sekjend Lodewijk F Paulus.
 
"Iya suratnya sudah saya terima tadi malam di Kantor DPP Partai Golkar di Jakarta. SK diserahkan oleh Pal Ibnu Munzir, Ketua Korbid Kepartaian DPP Partai Golkar," kata Gede Sumarjaya Linggih saat ditemui usai menggelar rapat konsolidasi di Kantor DPD Partai Golkar Bali, Rabu (5/12/2018).
 
Pria yang akrab dipanggil Demer ini mengatakan, keputusan DPP memberhentikan Sudikerta agar mantan Wakil Gubernur Bali ini fokus menghadapi persoalan hukum yang tengah menjeratnya. Demer melanjutkan Partai Golkar juga akan memberikan bantuan hukum terhadap Sudikerta.
 
"Kepada selurah kader Partai Golkar di Bali agar mematuhi keputusan pemberhentian kepada Sudikerta sebagai ketua DPD Partai Golkar Bali karena ini merupakan langkah tepat agar tidak mengganggu langkah-langkah Partai Golkar dalam memenangkan Pemilu 2019 mendatang," pungkasnya.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata