Polisi Terapkan TPPU, Kasus Sudikerta Diduga Libatkan Banyak Pihak

banner 160x600

Women faceTim kuasa hukum Sudikerta

Denpasar, faktabali.com - Mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp150 miliar. Sudikerta juga dijerat dengan pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
 
Seorang sumber menyebutkan, Sudikerta tidak akan bisa lagi lolos dari jerat hukum meski dalam perjalanan ia akan mengembalikan uang. Bahkan masih kata sumber, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dalam kasus tersebut.
 
"Kalau Sudikerta hanya dikenakan pasal penipuan atau penggelapan masih aman, tapi sekarang sulit karena dijerat dengan TPPU. Nanti disana juga pasti akan diusut, kemana saja uang itu mengalir," kata sumber saat dihubungi melalui telepon, Minggu (2/12/2018).
 
Ia melanjutkan, kasus ini sudah berlangsung cukup lama. Jika tidak ingin berlarut-larut, menurutnya, polisi harus sesegara mungkin menuntaskan kasus yang disebutnya melibatkan banyak pihak itu.
 
"Kalau ada yang bilang ini berbau politik ya lucu, kan sudah jelas, ada pelapor, ada saksi yang diperiksa, bahkan istrinya juga diperiksa, termasuk Gunawan Priambodo, dirut perusahaan milik istri Sudikerta. Kalau polisi nanti serius, lihat saja, pasti banyak yang terlibat karena diduga ikut menikmati uang tersebut," bebernya.
 
Sebelumnya, kuasa hukum Sudikerta, Togar Situmorang mengatakan pihaknya belum menerima surat dari Polda Bali terkait penetapan tersangka terhadap kliennya. Pria berjuluk "Panglima Hukum" ini juga menerangkan jika Sudikerta terakhir dimintai keterangan pertengahan November 2018.
 
"Waktu itu Pak Sudikerta pernah datang ke Polda Bali dalam kapasitas sebagai saksi, setelah diterangkan oleh pihak penyidik isi materi panggilan tersebut, Bapak Ketut Sudikerta menolak untuk melanjutkan pemeriksaan karena menganggap tidak mengerti apa yang dikatakan di dalam BAP pada saat itu, kalau tidak salah pemeriksaan berlangsung sekitar 15 menit," jelasnya.
 
Togar mengungkapkan, sebelumnya Sudikerta juga pernah satu kali dipanggil penyidik Ditreskrimsus Polda Bali untuk dimintai keterangan. Namun karena mengaku ada kegiatan, Sudikerta tidak memenuhi panggilan kepolisian.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata