Sampah Plastik Menumpuk, PLN Bersihkan Kawasan Hutan Mangrove Ngurah Rai 

banner 160x600

Women facePegawai PLN saat membersihkan sampah di hutan mangrove ngurah rai. (ist)

Denpasar, faktabali.com - Ribuan botol bekas air mineral bercampur sampah plastik terlihat menumpuk di kawasan hutan Mangrove Ngurah Rai. Selain membuat pemandangan tidak sedap, sampah-sampah tersebut juga menyumbat aliran sungai di areal hutan mangrove.
 
"Terhadap kondisi ini, kami kemudian tergerak dan membersihan kawasan hutan mangrove Ngurah Rai untuk mengurangi sampah plastik," ungkap General Manager PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa saat ditemui usai PLN Unit Induk Distribusi Bali melakukan kegiatan "Save Mangrove from Plastic" di kawasan hutan mangrove, Denpasar, Jumat (8/2/2019).
 
Astawa menjelaskan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari program bebas sampah plastik yang digagas PLN pada saat Hari Listrik Nasional ke-73, 27 Oktober 2018 silam. Ia lantas menambahkan jika di lingkungan kantor PLN Distribusi Bali telah mengurangi penggunaan plastik.
 
"Kami mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membiasakan pegawai untuk membawa botol minum dan tidak membawa kantong plastik di lingkungan kantor," ucapnya.
 
Tidak hanya melakukan pembersihan kawasan mangrove, PLN UID Bali juga memberikan tong sampah kepada BPT Tahura Ngurah Rai.
 
"Kegiatan membersihkan lingkungan akan konsisten dijalankan. Hal kecil akan membawa dampak yang besar apalagi jika dilakukan bersama. Kami berharap aksi ini dapat diikuti juga oleh seluruh masyarakat," tutur Astawa.
 
Sementara, Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Tahura Ngurah Rai Magdalena menyampaikan bahwa ini merupakan langkah bersama untuk menjaga lingkungan.
 
"Meninggalkan plastik sekali pakai harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Sehingga kedepan sampah plastik tidak lagi menjadi masalah lingkungan," ujar Magdalena.
 
Selain karyawan PLN UID Bali, bersih-bersih hutan mangrove diikuti pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Bali Nusa Tenggara, Karang Taruna Denpasar, SMAN 5 Denpasar, dan SMKN 2 Denpasar.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata