Sasar Rumah Kosong, Kawanan Pencuri Lintas Pulau Ditembak Polisi



banner 160x600
Women faceEmpat kawanan pencuri yang di tangkap unit reskrim Polsek Denpasar Selatan

Denpasar, faktabali.com - Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan mengganjar betis dua orang otak pelaku pencurian bernama Afrizal alias Rizal (31) dan Fedriansyah (34) dengan timah panas.
 
Selain Rizal dan Fedriansyah, petugas juga mengamankan dua pelaku lain bernama Untung (25) dan Kiy Agus Aidil Fitri (43). Ke empat pelaku di bekuk petugas, Minggu (8/10/2017) sekitar pukul 22.00 Wita, saat berada di salah satu penginapan yang ada di kawasan Kuta. 
 
Seijin Kapolsek, Kanit Reskrim Denpasar Selatan IPTU Bangkit Dananjaya menerangkan, penangkapan terhadap pelaku setelah pihaknya menerima laporan dari korban bernama Lely Armayani. 
 
"Pada hari Minggu (8/10/2017) sekitar pukul 14.00 Wita, korban bersama keluarganya keluar dari rumahnya di Perum Southerland Regency blok I nomor 1, Denpasar Selatan, untuk jalan-jalan. Sekitar pukul 18.00 Wita, korban baru kembali kerumahnya," terangnya, Selasa (10/10/2017).
 
Sampai di rumah, korban terkejut saat melihat pintu rumah dalam keadaan tercongkel. Korban yang dikabarkan berprofesi sebagai pengacara ini semakin panik ketika melihat isi rumahnya sudah berantakan.
 
"Korban melapor kehilangan dokumen kerja, pasport milik suaminya bernama Anthony John Reidpath, laptop merk XP, camera putih, uang sebesar Rp 400 juta yang terdiri dari uang rupiah, Dollar Amerika, Dollar Singapore," beber Kanit.
 
Setelah mendapat laporan korban, unit reskrim Polsek Denpasar Selatan kemudian melakukan penyelidikan. Pelaku berhasil di bekuk di daerah Kuta, beberapa jam setelah peristiwa pencurian berlangsung.
 
Dari hasil pemeriksaan, sebelum menyasar rumah Lely di daerah Denpasar Selatan, kawanan tersebut telah beraksi sebanyak tiga kali di daerah Klungkung. 
 
Disana, para pelaku yang dikabarkan baru tiba di Bali, Sabtu (7/10/2017) itu, berhasil menggasak berbagai barang seperti Laptop, Handphone, jam tangan, kamera, serta berbagai macam perhiasan.
 
"Mereka beraksi pada siang hari dengan sasaran rumah kosong yang ditinggal pergi oleh penghuninya. Modusnya yaitu dengan mencongkel pintu rumah dengan menggunakan linggis," jelasnya.
 
Iptu Bangkit menambahkan, pihaknya terpaksa menembak kaki dua otak pelaku pencurian karena pada saat hendak di tangkap keduanya melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.
 
"Selain barang bukti hasil kejahatan, kita juga amankan 3 buah obeng besar merk Tekiro warna hijau dan 1 buah linggis kecil merk Prohex yang digunakan pada saat beraksi," paparnya.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata