Selain Diedarkan di Bali, Ganja Asal Aceh Rencananya Dikirim ke Lombok

banner 160x600

Women faceBNNP Bali saat rilis pengungkapan 25 kilogram ganja yang dikirim dari Medan

Denpasar, faktabali.com - Petugas BNN Provinsi Bali membongkar jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan seorang narapidana LP Kerobokan berinisial R. Dalam pengungkapan awal 2019 ini, petugas menyita sebanyak 25 kilogram ganja asal Aceh.
 
Ganja yang disebut mempunyai kualitas istimewa ini dikemas dalam lima paket besar dan dikirim dari Medan ke Bali melalui sebuah kantor jasa pengiriman barang di Jalan Danau Poso, Sanur, Denpasar Selatan.
 
Dua orang tersangka bernama Kurniawan Risdianto (50) dan Muh. Haryono (35) ditangkap di areal parkir perusahan jasa pengiriman saat hendak pergi menggunakan mobil setelah mengambil paket tersebut, Minggu (6/1/2019) sekitar pukul 21:00 Wita.
 
"Untuk mengungkap kasus ini, tim Pemberantasan BNNP Bali membutuhkan waktu tiga hari guna melakukan penyelidikan pasca menerima informasi dari masyarakat terkait adanya pengiriman paket narkoba dari Medan," terang Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat rilis pengungkapan kasus, Rabu (9/1/2019) di Kantor BNNP Bali, Denpasar.
 
Dugaan sementara, selain diedarkan di Bali, ganja juga akan dikirim ke Lombok, NTB. Informasi diperoleh, Haryono mengaku sudah enam kali mengambil paket dengan upah Rp2 juta hingga Rp3 juta untuk sekali jalan. Sedangkan Risdianto mengaku baru dua kali mengambil paket.
 
"Itu baru pengakuan sementara, bisa jadi mereka sudah lebih dari yang disebutkan. Apalagi tersangka Risdianto ini juga pemakai narkoba jenis sabu. Terkait dengan napi yang disebut, kita segera lakukan penyelidikan karena mencari napi terlibat narkoba di LP Kerobokan bukan perkara mudah," ucap Brigjen Gede Suastawa.
 
Dari hasil penangkapan, petugas mengamankan lima paket ganja seberat 25 kilogram, tujuh paket ganja dengan berat masing-masing 23 gram brutto, sebuah mobil yang digunakan membawa paket ganja, handphone dan resi pengambilan paket.
 
"Kedua tersangka Kurniawan Risdianto dan Muh Haryono kita jerat Pasal 114 ayat 2 dan 111 ayat 2 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," tegas Kepala BNNP Bali.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata