Tarik Uang Parkir Secara Ilegal, Polda Bali Periksa 11 Orang 

banner 160x600

Women facePetugas berpakaian preman saat memeriksa tukang pungut uang parkir. (ist)

Denpasar, faktabali.com - Tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali membongkar praktek dugaan pungutan liar (pungli) di lokasi pintu masuk Pantai Matahari Terbit Jalan Matahari Terbit, Desa Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan.
 
"Sebanyak 11 orang yang diduga pelaku pungutan liar dibawa ke Mapolda Bali untuk menjalani pemeriksaan," terang Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja dalam keterangan pers di Mapolda Bali, Kamis (7/11/2018).
 
Pengungkapan kasus yang berlangsung, Rabu (1/11/2018) sekitar pukull 10:30 Wita ini berawal dari adanya informasi telah terjadi praktek pungli di TKP. Tim yang dipimpin Kanit Resmob Ditreskrimum Polda Bali Kompol Tri Joko Widiyanto kemudian melakukan penyelidikan.
 
Hasil penyelidikan di lapangan terungkap jika kegiatan memungut uang parkir di pintu masuk Jalan Matahari Terbit berlangsung tanpa Memorandum of Understanding (MoU) dengan PD Parkir Kota Denpasar.
 
Padahal, omset dalam memungut uang parkir lumayan besar. Sepanjang bulan Oktober saja, uang yang masuk mencapai Rp34 juta. Dari catatan yang disita polisi, tiap-tiap kendaraan dikenakan tarif bervariasi.
 
Untuk sepeda motor harus membayar Rp2.000, mobil Rp4.000, bus parisiwata Rp20.000, mobil ELF pariwasata Rp10.000, mobi pick up membawa barangRp20.000, truk engkel Rp40.000, truk besar Rp50.000, dan sepeda motor membawa barang Rp5.000.
 
Dari hasil pengungkapan petugas mengamanan barang bukti berupa satu bendel karcis untuk mobil, satu bendel karcis sepeda motor, uang pada saat diamankan Rp1 juta dan uang hasil pungutan selama bulan Oktober 2018 Rp34 juta, serta buku catatan pembukuan gaji petugas pungut tiket masuk.
 
"Saat ini kasusnya masih dikembangkan dan 11 orang terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Bali," jelas Kabid Humas Polda Bali.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata