The Trans Resort Bali Gelar Penghormatan untuk Almarhum Nyoman Gunarsa



banner 160x600
Women faceWisatawan asing turut memberikan penghormatan kepada Almarhum I Nyoman Gunarsa di The Trans Resort Bali.

Kuta, faktabali.com - Salah satu pelukis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan khususnya Bali I Nyoman Gunarsa telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (10/9). Tak pelak, kepergian alamarhum meninggalkan duka bagi dunia seni Bali dan juga dunia pariwisata yang mendapat banyak sumbangsih karyanya.

Salah satu yang turut menunjukan penghormatan dan apresiasi karya almarhum yang memberikan banyak kontribusi untuk indonesia di sisi seni dan budaya adalah The Trans Resort Bali dengan cara menyediakan area khusus di lobi untuk memajang dan mengapresiasi hasil karya I Nyoman Gunarsa. Akses ini terbuka untuk umum yang ingin memberikan rasa hormatnya dengan membawa bunga dan meletakannya  di The Trans Resort Bali sampai akhir September ini.

"The Trans Resort Bali menghargai jasa beliau terutama dari sisi seni dan budaya yang sudah berkontribusi membuat lukisan yang sangat indah di The Trans Resort Bali. Banyak tamu yang mengagumi hasil karya beliau tapi tidak banyak yang tahu siapa pelukisnya . Kami berusaha menjelaskan kepada tamu mengenai lukisannya dan siapa yg membuat. Ini bentuk penghormatam kami kepada beliau," ujar Ieda Puanani, Director of Sales & Marketing The Trans Resort Bali, Rabu (13/9).

Ada sembilan karya I Nyoman Gunarsa di The Trans Resort Bali dan dua buah karya agung yang diletakan di area lobby yang menceritakan tentang tarian pendet atau tarian penyambutan diiringi dengan barong yang melambangkan kebaikan. Lukisan ini dimaksudkan untuk memberikan sambutan hangat dan gembira dengan musik tradisional bali kepada para tamu yang datang ke The Trans Resort Bali.

Yang lebih menarik lagi, dua lukisan besar ini adalah salah satu karya masterpiece dan terbesar  yang pernah dihasilkan oleh I Nyoman Gunarsa dengan panjang 6 meter dan lebar 4 meter.

Selama hidupnya,  I Nyoman Gunarsa telah menghasilkan banyak karya yang menjadi pusat perhatian dunia. Karya-karyanya didasari oleh cerita rakyat Bali dan legenda Hindu  membuat hasil karyanya memiliki gaya yang berbeda dari lukisan pada umumnya bahkan kerap dijadikan panutan bagi pelukis- pelukis lain sebagai sarana mencari inspirasi untuk menciptakan lukisan yang cantik nan indah.

Pelukis lulusan Akademi Seni Rupa ndonesia Yogyakarta ini telah menghasilkan lebih dari 100 lukisan sejak tahun 1970 sampai 2017. Beliau juga mendapatkan banyak penghargaan seperti Penghargaan Seni Pratisara Affandi Adi Karya pada tahun 1976, Penghargaan dalam Biennale Ill Jakarta pada tahun 1978 dan Biennale IV Jakarta pada tahun 1980 dan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada kunjungannya ke Museum Seni Lukis Kontemporer Indonesia awal bulan Agustus lalu dan masih banyak lagi penghargaan lainnya yang diperoleh oleh beliau.

Reporter   : Aridya W. Saputra
Editor       : Ray Wiranata