Verifikasi Data, FKUB Kota Denpasar Temui Pengurus Masjid Al-Furqon Dukuh Sari

banner 160x600

Women facePara jamaah masjid dan masyarakat mengahdiri pertemuan yang digelar pengurus Yayasan Al-Furqon dan FKUB Kota Denpasar

Denpasar, faktabali.com - Pengurus Masjid Al-Furqon Dukuh Sari Jalan Gunung Mas IA/14, Banjar Dukuh Sari, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat menggelar pertemuan dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Denpasar.
 
Ketua Yayasan Al-Furqon Dukuh Sari H.M. Bustani saat ditemui menerangkan, pihaknya mengundang FKUB Kota Denpasar untuk visitasi (verifikasi data pendukung) dalam rangka rekomendasi penerbitan IMB Masjid Al-Furqon Dukuh Sari.
 
"Selain mengundang FKUB Kota Denpasar, kami juga mengundang umat beragama lain serta warga masyarakat yang tinggal di sekitar masjid untuk silaturahmi," ucap Bustani, Senin (11/2/2019) pagi.
 
Ia menyebut, masjid Al-Furqon telah puluhan tahun berdiri. Selama ini keberadaan masjid tidak pernah mendapat protes serta stigma negatif terutama dari masyarakat sekitar lantaran hubungan telah terjalin baik antara pengurus dan warga sekitar.
 
"Masjid ini murni difungsikan untuk kegiatan beribadah. Kami melarang kegiatan-kegiatan diluar itu apalagi untuk kepentingan politik," tegas Bustani.
 
Ketua FKUB Kota Denpasar Prof. I Nyoman Budiana menerangkan, visitasi oleh FKUB Kota Denpasar bertujuan untuk meyakinkan bahwa keberadaan masjid Al-Furqon tidak bermasalah secara ideologi maupun bermasalah dengan masyarakat lingkungan sekitar.
 
"Ketika masyarakat merasa aman dan nyaman, baru FKUB memberikan rekomendasi untuk izin karena kewenangan memberikan izin ini bukan dari FKUB melainkan dari Pemerintah Kota Denpasar," jelas Budiana.
 
Di tempat yang sama, Kasubag hukum dan KUB Kemenag Provinsi Bali, H. Saefudin menjelaskan, program visitasi ini merupakan keniscayaan untuk dilakukan. Dan ini merupakan kegiatan yang kedua kali dimana sebelumnya salah satu gereja di daerah Panjer Denpasar melakukan hal yang sama.
 
Ia melanjutkan, berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa pengurus dan jamaah masjid Al-Furqon merupakan orang-orang yang setia kepada kearifan lokal yang ada. 
 
"Jadi jika itu sudah terpenuhi maka Insyaallah masjid ini akan bisa mendapatkan rekomendasi untuk izinnya. Kami tidak mau ada tempat ibadah yang tidak pro atau menolak NKRI dan Pancasila karena itu sudah barang mati. Dan tindakan ini berlaku bagi semua tempat ibadah baik Islam, Kristen, Budha dan Hindu," tegasnya.
 
Reporter : Agung Widodo
Editor      : Ray Wiranata