30 Regu Adu Kecepatan mendayung di Twin Lake Festival Buleleng

30 Regu Adu Kecepatan mendayung di Twin Lake Festival Buleleng

BALI - Lomba mendayung pedau Singa Ambara Raja menyemarakan Twin Lake (Buyan-Tamblingan) Festival di Danau Buyan. Lomba mendayung serupa perahu naga ini untuk kedua kalinya diselenggarakan dalam festival ini. Lomba mendayung pedau Singa Ambara Raja ini dibuka oleh Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG.

Lomba ini diikuti oleh 30 regu, dimana  masing-masing regu memiliki anggota sebanyak 22 orang dengan tugas mendayung sebanyak 20 orang, menabuh gendang 1 orang dan pengemudi satu orang sehingga jumlah keseluruhan 660 orang.

Sebelum lomba masing-masing regu memanaskan tubuh dengan menyanyikan yel-yel penyemangat sehingga lomba semakin menarik terlebih para suporternya ikut memberi semangat. Untuk yel terbaik, Panitia juga menyiapkan hadiah sebesar Rp500 ribu rupiah.

Sebanyak 30 regu tersebut berasal dari Dinas-dinas, Badan, Kantor Camat, Forum KUB, Kelompok Nelayan dan Pemuda Danau Buyan. Untuk memberi semangat, sejumlah Camat ikut. Karena jumlah pedau Singa hanya 3, lomba pun berlangung secara bergilir dari pukul 09.00 wita sampai selesai.

Untuk lomba mendayung pedau Singa Ambara Raja yang kedua ini dimenangkan oleh Kelompok Tri Sedana sebagai juara satu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Buleleng sebagai juara dua, dan Pemuda Buyan Sebagai juara ketiga. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah uang pembinaan, Tropi, dan piagam. Untuk juara 1 mendapatakan uang pembinaan sebesar Rp8 juta rupiah, untuk juara 2 mendapat uang pembinaan sebesar Rp5 juta rupiah, dan untuk juara 3 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp4 juta rupiah.

Ditemui usai membuka Lomba, Wabup Sutjidra mengatakan sangat mengapresiasi semangat para peserta lomba. Wabup Sutjidra menambahkan, Lomba Pedau ini bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk memperkenalkan danau Buyan.

"Seluruh peserta sangat bersemangat, semangat mereka untuk pelestarian danau Buyan dan Tamblingan agar kedua danau tersebut lebih dilirik lagi oleh wisatawan," pungkasnya.

Saat ditanya upaya Pemkab Buleleng untuk mengatasi pendangkalan danau Buyan, Wabup Sutjidra menjelaskan, Pemkab Buleleng sudah melakukan pengerukan sedimentasi. "Dalam bulan-bulan ini kita sudah lakukan pengerukan lalu sedimentasi akan dikumpulkan didaerah perbatasan danau dan ditanami pohon pinus dan pohon cemara sehingga danau Buyan akan terlihat lebih indah," jelasnya.  

Twin Lake Festival hari kedua juga mengadakan beberapa kegiatan yang diadakan di danau Buyan dan danau Tamblingan. Untuk di danau Buyan selain lomba mendayung pedau Singa, panitia mengadakan lomba ngelawar ayam atau kuir, dan malam harinya diadakan hiburan band dari Poleng Band, Batara Band, dan Lolot. Di Danau Tamblingan panitia mengadakan lomba menggambar dan mewarnai, gemar makan ikan, lomba cerdas cermat pertanian, atraksi hiburan dan kesenian, dan Yoga massal.**/Lius


FOLLOW Twitter @faktabalicom dan LIKE Halaman Facebook: FAKTAbali.com