08
Oktober
2026
Kamis - :

Bandara Ngurah Rai Gelar Latihan Darurat Skala Penuh

Redaktur
23/09/2026 pada Daerah
Latihan darurat skala penuh di Bandara Ngurah Rai
Pelaksanaan Airport Emergency Exercise di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, 23 September 2026.

Badung – faktabali.com

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menggelar Airport Emergency Exercise (AEE) atau latihan keadaan darurat skala penuh, Rabu 23 September 2026. Latihan tersebut melibatkan berbagai instansi komunitas bandara untuk menguji kesiapsiagaan personel, prosedur operasional, serta koordinasi dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan latihan itu merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan bandara.

“Sebagai pintu gerbang udara utama di Bali yang melayani hingga 24 juta penumpang dan lebih dari 140 ribu pergerakan pesawat setiap tahunnya, langkah mitigasi dan kesiapsiagaan seluruh instansi dalam menghadapi keadaan darurat menjadi sangat penting. Pelaksanaan Airport Emergency Exercise di hari ini menjadi komitmen kami untuk menjaga dan memastikan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali senantiasa terjaga,” ujar Nugroho Jati.

AEE 2026 terdiri atas tiga skenario utama, yakni Building Fire Exercise, Airport Security Exercise, dan Aircraft Accident Exercise. Masing-masing skenario dirancang untuk menguji kemampuan personel serta mekanisme penanganan keadaan darurat dengan melibatkan unit dan instansi terkait.

Pada skenario Building Fire Exercise, latihan diawali dengan simulasi gempa bumi berkekuatan 5,9 SR yang berdampak pada aktivitas di Hotel Novotel yang berada di kawasan bandara. Situasi tersebut kemudian disimulasikan memicu kebakaran akibat korsleting di area dapur. Petugas Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) dikerahkan untuk menangani kebakaran sekaligus mengevakuasi korban akibat kepulan asap.

Skenario kedua berupa Airport Security Exercise yang mensimulasikan ancaman keamanan di area ruang tunggu keberangkatan General Aviation Terminal (GAT). Petugas Airport Security menemukan ransel yang dalam latihan disimulasikan berisi bom setelah pemeriksaan menggunakan mesin x-ray. Koordinasi lintas instansi kemudian dilakukan untuk menangani ancaman tersebut.

Latihan ditutup dengan Aircraft Accident Exercise, berupa simulasi kecelakaan pesawat Boeing 777-200ER milik Angkasa Air dengan nomor penerbangan AA239. Dalam skenario, pesawat yang membawa 350 penumpang dan awak mengalami kecelakaan setelah touchdown dan terbakar. Personel ARFF kemudian melakukan pemadaman serta evakuasi.

Dalam simulasi tersebut, tercatat 187 orang selamat, 143 orang mengalami luka-luka, dan 20 orang dinyatakan meninggal dunia. Skenario melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor Otoritas Bandara, AirNav Indonesia, KNKT, Imigrasi, Bea Cukai, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, ground handling, maskapai, Kepolisian, TNI AU, rumah sakit, serta pemadam kebakaran.

“Dalam Airport Emergency Exercise skala penuh ini turut diikuti oleh berbagai instansi anggota komunitas bandara dan instansi eksternal lainnya, dengan tujuan untuk memperkuat jalur koordinasi dan komunikasi jika terjadi kondisi darurat yang sebenarnya. Tentunya kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas keikutsertaan dalam AEE ini,” lanjut Nugroho Jati.

Latihan tersebut juga digunakan untuk menguji sejumlah dokumen dan prosedur, termasuk Airport Emergency Plan (AEP), Airport Security Programme (ASP), dan Airport Disaster Management Plan (ADMP). Sebelum pelaksanaan, pihak bandara telah menyosialisasikan kegiatan kepada pengguna jasa dan masyarakat agar pelaksanaan latihan tidak mengganggu pelayanan penumpang.(MFB)

Disalin
Copyright © 2026 Fakta Bali
MENU