
Badung – faktabali.com
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan hibah upakara sebesar Rp 400 juta untuk mendukung pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis 15 Oktober 2026. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung tersebut diterima Ketua Panitia Karya, Wayan Sukena.
Penyerahan hibah berlangsung setelah Bupati dan Wakil Bupati mengikuti persembahyangan bersama dalam rangka Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit Nyatur, Mupuk Pedagingan, Rsi Gana, dan Wrespati Kalpa di Pura Dalem Begawan Penyarikan. Rangkaian upacara keagamaan tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Griya Taman Lukluk.
Bupati I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Banjar Puseh dalam mempersiapkan dan melaksanakan upacara. Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setelah pemugaran pelinggih.
“Pelaksanaan karya suci ini merupakan wujud nyata sradha bhakti dan rasa syukur kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saya mengapresiasi kebersamaan krama Banjar Puseh dalam melaksanakan yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, labda karya, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh krama,” ujarnya.
Selain menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan karya, Adi Arnawa mengajak masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan memperkuat persatuan. Ia juga menyoroti kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di lapangan serta mengapresiasi masyarakat Badung yang tetap tertib saat mengantre di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Badung merupakan barometer pariwisata yang sangat bergantung pada stabilitas wilayah. Karena itu, keamanan masyarakat menjadi hal fundamental. Saya mengapresiasi krama yang telah menunjukkan kedisiplinan di tengah situasi kelangkaan BBM. Mari kita tetap menjaga suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Karya Wayan Sukena menyampaikan terima kasih atas kehadiran pimpinan daerah dan bantuan yang diberikan Pemkab Badung. Ia menjelaskan bahwa karya serupa terakhir kali dilaksanakan pada 1969. Persiapan upacara kali ini dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil paruman krama yang dimulai pada 24 September 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Badung Made Rai Wirata, tokoh masyarakat Wayan Muntra, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, Bendesa Adat Sading, serta unsur Kelihan Adat dan Dinas se-Kelurahan Sading.
Melalui dukungan hibah tersebut, Pemkab Badung turut mendukung pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan masyarakat. Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan wilayah demi mendukung kenyamanan masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Badung.(MFB)