22
Agustus
2026
Sabtu - :

Gubernur Koster Buka Kompetisi Keamanan Siber C2C-CTF 2026

Redaktur
11/08/2026 pada Teknologi
Gubernur Bali Wayan Koster membuka kompetisi keamanan siber C2C-CTF 2026
Gubernur Bali Wayan Koster memukul gong saat membuka C2C-CTF 2026 di Hotel Padma Resort, Legian, Badung, 11 Agustus 2026.

Badung – faktabali.com

Gubernur Bali Wayan Koster membuka Kompetisi Keamanan Siber Internasional Country to Country Capture The Flag (C2C-CTF) 2026 yang diikuti 81 peserta dari 13 negara. Pembukaan kompetisi berlangsung di Hotel Padma Resort, Legian, Kuta, Badung, Selasa 11 Agustus 2026, ditandai dengan pemukulan gong oleh Wayan Koster.

Kompetisi keamanan siber tersebut berlangsung pada 10-14 Agustus 2026 dan diselenggarakan Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di bawah naungan International Cyber Security Center of Excellence (INCS-CoE).

Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan Cyber Security Center of Excellence yang dibangun melalui kerja sama hibah Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Program itu telah berjalan selama enam tahun dengan UI sebagai pelaksana dan Kemkomdigi sebagai mitra pemerintah dalam pengembangannya.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Alexander Sabar dalam sambutan yang disampaikan secara daring mengatakan C2C-CTF 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas talenta siber nasional sekaligus memperluas kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman digital.

Menurut Alexander Sabar, perkembangan geopolitik global turut mendorong peningkatan serangan siber yang tidak mengenal batas negara. Karena itu, penguatan sumber daya manusia di bidang keamanan siber dinilai penting untuk menghadapi tantangan baru di era digital.

Alexander juga menempatkan pengembangan talenta sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan siber nasional. Kemkomdigi mendukung kompetisi tersebut karena mempertemukan mahasiswa dan peneliti keamanan siber dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan sekaligus menguji kemampuan teknis dalam menghadapi beragam skenario ancaman digital.

Rektor Universitas Indonesia Prof. Heri Hermansyah melalui sambutan yang disampaikan dalam tayangan video turut menyambut dan mengapresiasi penyelenggaraan C2C-CTF 2026. Universitas Indonesia, kata dia, bangga dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Kompetisi ini diikuti peserta dari Indonesia, Jepang, Australia, Hong Kong, Singapura, Bangladesh, Kamboja, Inggris, Kazakhstan, Laos, Filipina, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Sejumlah perguruan tinggi yang terlibat antara lain University of Cambridge, Keio University Jepang, Royal Holloway University of London, Edith Cowan University Australia, The University of Melbourne, Cambodia Academy of Digital Technology, National University of Laos, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.

Indonesia menjadi tuan rumah C2C-CTF 2026 melalui Universitas Indonesia dengan menggandeng Universitas Udayana sebagai mitra pelaksana di Bali.

Penyelenggaraan di Bali juga menjadi bagian dari perjalanan kompetisi yang sebelumnya digelar di sejumlah perguruan tinggi dunia, termasuk Royal Holloway University of London, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Keio University Jepang, Edith Cowan University Australia, dan Northeastern University di Boston.(MFB)

Disalin
Copyright © 2026 Fakta Bali
MENU