
Denpasar – faktabali.com
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan PT Jamkrida Bali Mandara harus tetap berpegang pada tujuan awal pendiriannya sebagai lembaga penjaminan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di tengah pengembangan usaha dan produk penjaminan, UMKM diminta tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Koster dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra pada perayaan HUT ke-15 PT Jamkrida Bali Mandara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (10/8).
Menurut Koster, PT Jamkrida Bali Mandara didirikan berdasarkan peraturan daerah pada 2010 untuk membantu UMKM yang memiliki usaha layak, tetapi mengalami keterbatasan akses terhadap perbankan dan lembaga keuangan lainnya.
Keberadaan lembaga penjaminan tersebut dinilai penting untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Dengan dukungan penjaminan, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh permodalan untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan kegiatan usahanya.
“Pemerintah daerah hadir melalui lembaga penjaminan PT Jamkrida Bali Mandara untuk menutupi kelemahan UMKM sehingga mereka dapat mengakses produk-produk keuangan. Karena itu, jangan sampai kita melupakan idealisme atas keberadaan lembaga ini,” tegas Gubernur Koster.
Koster juga menilai UMKM memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Hal tersebut, menurut dia, terlihat saat pandemi Covid-19 ketika perekonomian mengalami tekanan berat, tetapi UMKM tetap mampu bertahan dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan jumlah UMKM yang mendapatkan penjaminan dari PT Jamkrida Bali Mandara terus bertambah setiap tahun. Perkembangan itu menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan penjaminan semakin besar sekaligus menjadi indikator kondisi perusahaan yang sehat.
“Tidak dipungkiri, jumlah UMKM yang dibantu penjaminannya oleh PT Jamkrida Bali Mandara terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa PT Jamkrida Bali Mandara berada dalam kondisi yang sangat sehat,” kata Dewa Indra.
Dewa Indra selanjutnya mendorong pemerintah kabupaten/kota di Bali memperkuat kerja sama dengan PT Jamkrida Bali Mandara, terutama dalam penguatan permodalan dan perluasan akses pembiayaan bagi UMKM di daerah masing-masing.
“Tidak ada alasan bagi bupati/wali kota meragukan untuk memperkuat permodalan dan kerja samanya dengan PT Jamkrida Bali Mandara, sekaligus memperluas UMKM di daerah masing-masing untuk mengakses lembaga keuangan bagi perkembangan mereka,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada lembaga keuangan yang telah menjalin kerja sama dengan PT Jamkrida Bali Mandara. Sinergi tersebut dinilai perlu dipertahankan dan diperkuat agar keberadaan badan usaha milik daerah (BUMD) semakin memberikan manfaat bagi perekonomian Bali.
Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan perusahaan berkomitmen memperluas akses penjaminan bagi UMKM. Jamkrida, kata dia, tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Hari ulang tahun ke-15 ini sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan diri melalui kegiatan sosial, spiritual, serta dukungan terhadap sektor pertanian. Kami ingin memastikan kegiatan yang dilakukan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Dari sisi manfaat layanan, lebih dari 85 persen UMKM menyatakan penjaminan Jamkrida memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha. Sebanyak 92,2 persen UMKM mengaku lebih mudah membangun kerja sama bisnis baru, sedangkan 90,9 persen menyatakan dapat meningkatkan pemasaran dan mengembangkan produk.
Perayaan HUT ke-15 tersebut sekaligus menjadi momentum rebranding PT Jamkrida Bali Mandara melalui peluncuran logo baru. Identitas visual itu memuat sejumlah simbol yang menggambarkan arah dan identitas perusahaan, antara lain siluet candi bentar sebagai simbol keterbukaan dan kepercayaan serta monogram huruf “J” sebagai identitas Jamkrida.
Selain itu, tiga pilar candlestick merepresentasikan terjamin, penjamin, dan kreditur dalam ekosistem penjaminan. Dua anak panah dinamis menggambarkan hak dan kewajiban, sedangkan sejumlah elemen kemiringan dan arah logo merepresentasikan pertumbuhan, pemerataan pendapatan, konsorsium kepemilikan, serta semangat perusahaan untuk terus bergerak maju.
Dalam kegiatan tersebut turut diserahkan CSR untuk UMKM dalam ekosistem digital kepada Onishop dan Prada Tekno. Penghargaan kepada sejumlah mitra kerja juga diberikan, antara lain PT Bank BPD Bali, Perbarindo Provinsi Bali, Badan Kerja Sama (BKS) LPD Bali, Gapensi, dan Dekopinwil Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan PT Jamkrida Bali Mandara harus tetap berpegang pada tujuan awal pendiriannya sebagai lembaga penjaminan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di tengah pengembangan usaha dan produk penjaminan, UMKM diminta tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Koster dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra pada perayaan HUT ke-15 PT Jamkrida Bali Mandara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (10/8).
Menurut Koster, PT Jamkrida Bali Mandara didirikan berdasarkan peraturan daerah pada 2010 untuk membantu UMKM yang memiliki usaha layak, tetapi mengalami keterbatasan akses terhadap perbankan dan lembaga keuangan lainnya.
Keberadaan lembaga penjaminan tersebut dinilai penting untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Dengan dukungan penjaminan, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh permodalan untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan kegiatan usahanya.
“Pemerintah daerah hadir melalui lembaga penjaminan PT Jamkrida Bali Mandara untuk menutupi kelemahan UMKM sehingga mereka dapat mengakses produk-produk keuangan. Karena itu, jangan sampai kita melupakan idealisme atas keberadaan lembaga ini,” tegas Gubernur Koster.
Koster juga menilai UMKM memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Hal tersebut, menurut dia, terlihat saat pandemi Covid-19 ketika perekonomian mengalami tekanan berat, tetapi UMKM tetap mampu bertahan dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan jumlah UMKM yang mendapatkan penjaminan dari PT Jamkrida Bali Mandara terus bertambah setiap tahun. Perkembangan itu menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan penjaminan semakin besar sekaligus menjadi indikator kondisi perusahaan yang sehat.
“Tidak dipungkiri, jumlah UMKM yang dibantu penjaminannya oleh PT Jamkrida Bali Mandara terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa PT Jamkrida Bali Mandara berada dalam kondisi yang sangat sehat,” kata Dewa Indra.
Dewa Indra selanjutnya mendorong pemerintah kabupaten/kota di Bali memperkuat kerja sama dengan PT Jamkrida Bali Mandara, terutama dalam penguatan permodalan dan perluasan akses pembiayaan bagi UMKM di daerah masing-masing.
“Tidak ada alasan bagi bupati/wali kota meragukan untuk memperkuat permodalan dan kerja samanya dengan PT Jamkrida Bali Mandara, sekaligus memperluas UMKM di daerah masing-masing untuk mengakses lembaga keuangan bagi perkembangan mereka,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada lembaga keuangan yang telah menjalin kerja sama dengan PT Jamkrida Bali Mandara. Sinergi tersebut dinilai perlu dipertahankan dan diperkuat agar keberadaan badan usaha milik daerah (BUMD) semakin memberikan manfaat bagi perekonomian Bali.
Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan perusahaan berkomitmen memperluas akses penjaminan bagi UMKM. Jamkrida, kata dia, tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Hari ulang tahun ke-15 ini sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan diri melalui kegiatan sosial, spiritual, serta dukungan terhadap sektor pertanian. Kami ingin memastikan kegiatan yang dilakukan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Dari sisi manfaat layanan, lebih dari 85 persen UMKM menyatakan penjaminan Jamkrida memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha. Sebanyak 92,2 persen UMKM mengaku lebih mudah membangun kerja sama bisnis baru, sedangkan 90,9 persen menyatakan dapat meningkatkan pemasaran dan mengembangkan produk.
Perayaan HUT ke-15 tersebut sekaligus menjadi momentum rebranding PT Jamkrida Bali Mandara melalui peluncuran logo baru. Identitas visual itu memuat sejumlah simbol yang menggambarkan arah dan identitas perusahaan, antara lain siluet candi bentar sebagai simbol keterbukaan dan kepercayaan serta monogram huruf “J” sebagai identitas Jamkrida.
Selain itu, tiga pilar candlestick merepresentasikan terjamin, penjamin, dan kreditur dalam ekosistem penjaminan. Dua anak panah dinamis menggambarkan hak dan kewajiban, sedangkan sejumlah elemen kemiringan dan arah logo merepresentasikan pertumbuhan, pemerataan pendapatan, konsorsium kepemilikan, serta semangat perusahaan untuk terus bergerak maju.
Dalam kegiatan tersebut turut diserahkan CSR untuk UMKM dalam ekosistem digital kepada Onishop dan Prada Tekno. Penghargaan kepada sejumlah mitra kerja juga diberikan, antara lain PT Bank BPD Bali, Perbarindo Provinsi Bali, Badan Kerja Sama (BKS) LPD Bali, Gapensi, dan Dekopinwil Bali.(MFB)