22
Agustus
2026
Sabtu - :

Fly Bali Tuntaskan 200 Jam Patroli Karhutla di Kalimantan Barat

Redaktur
10/08/2026 pada Daerah
Helikopter Fly Bali mendukung patroli udara penanganan karhutla di Kalimantan Barat
Helikopter Fly Bali yang digunakan dalam misi patroli udara penanganan karhutla di Kalimantan Barat hingga 10 Agustus 2026.

Badung – faktabali.com

Operator helikopter Fly Bali menuntaskan misi patroli udara untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Sejak April 2026, Fly Bali menjalankan operasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan total sekitar 200 jam patroli udara hingga misi di Pontianak berakhir pada Senin, 10 Agustus 2026.

Business Development Manager Fly Bali Nita Tedja mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam misi kebencanaan merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah. Selain patroli karhutla, Fly Bali juga pernah mengerahkan helikopter untuk membantu penanganan banjir di Aceh.

“Fly Bali, selain melakukan perjalanan pariwisata untuk tamu-tamu yang berada di Bali, juga sering mendukung program pemerintah yaitu program patroli untuk kebakaran hutan di beberapa area di Indonesia,” ujar Nita Tedja saat ditemui di Fly Bali Heliport, Senin 10 Agustus 2026.

Menurut Nita, operasi patroli di Pontianak telah selesai dan helikopter yang digunakan telah kembali ke Bali. Sementara itu, Fly Bali masih menjalankan misi serupa di Palangkaraya menggunakan helikopter dengan registrasi PK-FBI.

Kapten Jabir Satria Prima, penerbang helikopter Bell 206, mengatakan kondisi titik api di Kalimantan Barat mengalami perubahan selama pelaksanaan misi. Saat tiba di wilayah tersebut sekitar akhir April atau awal Mei, titik api disebut belum terlalu banyak. Namun, menjelang berakhirnya operasi, jumlah titik api yang terpantau meningkat.

“Bahkan di bandara pun jarak pandang hanya sekitar 1 km. Itu membuat kota Pontianak dan sekitarnya menjadi sesak dengan polusi asap,” kata Kapten Jabir.

Patroli udara mencakup sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, mulai dari bagian utara, timur hingga selatan, termasuk Singkawang dan Ketapang. Pemantauan dari udara dilakukan untuk mendukung upaya penanganan kebakaran di wilayah tersebut.

Jabir mengatakan kendala selama patroli secara umum tidak terlalu signifikan. Namun, pada sejumlah titik yang berada dekat dengan Kota Pontianak, kru harus berkoordinasi dengan helikopter water bombing agar penerbangan menuju titik yang sama dapat dilakukan secara bergantian.

“Kecuali di titik-titik yang mana paling dekat dengan kota Pontianak itu kami harus bergantian untuk mencapai satu titik karena kami harus berkoordinasi dengan helikopter water bombing yang menyiram air,” jelasnya.

Kolaborasi Fly Bali dan BNPB dalam misi kebencanaan sebelumnya juga dilakukan di Pekanbaru. Selain operasi di Kalimantan, perusahaan tersebut pernah mengirimkan helikopter untuk mendukung penanganan banjir di Aceh, termasuk membantu pergerakan logistik.

Untuk operasi kebencanaan, Fly Bali menyiapkan sekitar lima hingga enam kru. Jumlah personel yang berada di dalam helikopter saat penerbangan disesuaikan dengan kebutuhan misi.

“Dalam operasi ini, kru yang terlibat dalam penanganan bencana total kru itu kami mencapai lima hingga enam orang. Tapi saat terbang kami hanya berdua. Satu observer untuk mengambil dokumentasi lalu satu lagi itu saya sendirian,” ujar Kapten Jabir.

Fly Bali menyatakan akan tetap mendukung misi penyelamatan dan kegiatan kebencanaan melalui kolaborasi dengan pemerintah. “Fly Bali pasti akan selalu tetap support misi penyelamatan dan kolaborasi dengan pemerintah, demi bangsa Indonesia ini karena kami semua di sini bersaudara satu bangsa, satu Indonesia ini,” tegasnya.(MFB)

Disalin
Copyright © 2026 Fakta Bali
MENU