
Badung – faktabali.com
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengapresiasi semangat gotong royong krama dalam pelaksanaan rangkaian upacara keagamaan di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, Kamis 17 September 2026. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Wraspati Kalpa, Caru Rsi Gana Utama dan Nyurud Ayu.
Kehadiran Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta bertepatan dengan pelaksanaan rangkaian Nyurud Ayu. Kegiatan keagamaan tersebut juga dirangkaikan dengan sejumlah upacara Manusa Yadnya yang diikuti warga setempat.
Adapun rangkaian Manusa Yadnya meliputi Matelu Bulanan yang diikuti 22 orang, Mesakapan sebanyak dua pasangan, serta Mesangih atau upacara potong gigi yang diikuti 30 peserta.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama dan panitia karya yang telah melaksanakan rangkaian upacara ini dengan semangat gotong royong. Semoga seluruh prosesi berjalan lancar dan memberikan ketentraman, kesejahteraan, serta kemakmuran bagi krama,” ujar Bagus Alit Sucipta.
Menurutnya, pembangunan di Kabupaten Badung tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup penguatan kehidupan sosial, adat, budaya, dan spiritual masyarakat Bali. Desa adat dan berbagai aktivitas keagamaan dinilai memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas daerah.
Bagus Alit Sucipta juga mengajak krama menjaga persatuan, kebersamaan, serta komunikasi yang baik agar nilai-nilai sosial dan budaya dapat terus berlangsung. Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia, juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.
Dukungan terhadap kegiatan adat, lanjutnya, tidak sebatas bantuan untuk pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas serta kapasitas masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.
Sementara itu, Manggala Karya Wayan Darma menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Badung terhadap keberadaan Pura Ibu Panti Bualu. Menurut dia, dukungan pemerintah turut membantu penyelesaian pembangunan fisik pura yang diempon oleh 98 kepala keluarga.
“Bantuan Pemerintah Kabupaten Badung untuk pembangunan fisik sebesar Rp 2 miliar telah direalisasikan dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh krama,” ungkap Wayan Darma.
Darma mengatakan puncak karya telah dilaksanakan pada 15 September 2026. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Nyurud Ayu dan sejumlah upacara Manusa Yadnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bendesa Adat Bualu I Made Suarma bersama prajuru adat, tokoh masyarakat, LPM Kelurahan Benoa, serta seluruh krama Pura Ibu Panti Bualu.(MFB)