18
September
2026
Jumat - :

Perumdam Tirta Mangutama Tanam 2.000 Mangrove di Pesisir Pemogan

Redaktur
18/09/2026 pada Daerah
Penanaman 2.000 bibit mangrove Perumdam Tirta Mangutama di Pemogan
Penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan Segara Batu Lumbang, Pemogan, Jumat, 18 September 2026.

Badung – faktabali.com 

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung menanam 2.000 bibit mangrove di kawasan Segara Batu Lumbang, Pemogan, Jumat 18 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-50 Perumdam Tirta Mangutama sekaligus upaya menjaga ekosistem pesisir dan keberlanjutan sumber daya air di Kabupaten Badung.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama, Wayan Suyasa, mengatakan penanaman mangrove tidak semata-mata ditujukan untuk penghijauan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, kelompok nelayan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Menurut Suyasa, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen. Kolaborasi tersebut diperlukan agar sumber daya alam di Kabupaten Badung dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Ia juga menjelaskan pentingnya kawasan Tahura Ngurah Rai bagi lingkungan pesisir. Kawasan mangrove tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai spesies, tetapi turut berfungsi dalam menjaga kondisi wilayah pesisir dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan.

“Ekosistem mangrove selama ini dikenal sebagai benteng alami yang mampu mengurangi dampak abrasi pantai, menahan intrusi air laut, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota. Keberadaannya juga berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem pesisir,” ucapnya.

Keberadaan kawasan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan air bersih masyarakat. Perumdam Tirta Mangutama memanfaatkan sumber air dari wilayah tersebut untuk mendukung pelayanan kepada puluhan ribu pelanggan di Kabupaten Badung. Karena itu, menjaga keberlanjutan kawasan mangrove dinilai berkaitan dengan keberlangsungan pelayanan air minum kepada masyarakat.

Suyasa menyampaikan perlindungan sumber daya air perlu dilakukan secara menyeluruh, dari kawasan hulu hingga pesisir. Selain penanaman mangrove, Perumdam Tirta Mangutama sebelumnya telah menjalankan sejumlah program lingkungan, antara lain penghijauan di kawasan hulu dan pembangunan sumur pemanen air hujan untuk membantu mempertahankan cadangan air tanah.

Rangkaian HUT ke-50 Perumdam Tirta Mangutama juga diisi kegiatan sosial dan edukasi. Edukasi mengenai air kepada masyarakat dan pelajar dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga sumber daya air serta proses distribusi air bersih kepada pelanggan.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, mengapresiasi penanaman mangrove tersebut. Ia menyebut mangrove memiliki manfaat bagi kelestarian lingkungan dan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Rasniathi mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. “Keberhasilan program penanaman mangrove tidak hanya ditentukan saat bibit ditanam, tetapi juga melalui perawatan yang berkelanjutan agar pohon dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ucapnya.

Penanaman 2.000 bibit mangrove di Segara Batu Lumbang diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan ekosistem pesisir. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah menjaga keberlanjutan sumber daya air yang dibutuhkan masyarakat Badung.(MFB)

Disalin
Copyright © 2026 Fakta Bali
MENU