
Badung – faktabali.com
Pemerintah Kabupaten Badung melalui gerakan Badung Peduli meluncurkan program SIGAP EMAS sekaligus menggelar Safari Kesehatan di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kamis 3 Agustus 2026. Program tersebut ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang anak yang tinggal bersama ibu mereka sebagai Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan itu dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Andi Wijaya Rivai. Selain layanan kesehatan gratis, agenda tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah awal pelaksanaan SIGAP EMAS.
SIGAP EMAS merupakan singkatan dari Sinergi Pendampingan Tumbuh Kembang Anak Bawaan Warga Binaan pada Periode Emas. Program ini dirancang untuk memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak-anak yang lahir dan dibesarkan di lingkungan pemasyarakatan, terutama pada periode penting pertumbuhan mereka.
Rasniathi menilai anak yang tinggal di dalam lapas bersama ibunya membutuhkan perhatian terhadap aspek psikologis dan pemenuhan hak anak. Ia juga menyoroti ketentuan mengenai batas usia maksimal tiga tahun bagi anak bawaan warga binaan serta perlunya proses transisi yang baik ketika anak harus berpisah dari ibunya.
“Anak-anak ini tidak pernah memilih untuk berada di sini. Karena keadaan, mereka terpaksa tinggal hingga batas usia tiga tahun. Kita harus memikirkan psikologis anak ketika nanti harus berpisah dengan ibunya. Saya menyarankan agar secara berkala, misalnya saat akhir pekan, anak-anak dapat dikenalkan dengan lingkungan luar atau berkumpul bersama keluarga di rumah agar proses adaptasinya berjalan baik,” ujar Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Dalam kesempatan tersebut, Rasniathi juga mengapresiasi program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan. Sejumlah produk hasil karya warga binaan, mulai dari olahan pangan seperti keripik tempe hingga kerajinan tas, dinilai memiliki mutu dan potensi untuk bersaing di pasar.
Ia menegaskan pelaksanaan kerja sama SIGAP EMAS perlu dikawal secara berkelanjutan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. “Langkah kecil ini akan membawa manfaat besar bagi warga binaan dan tumbuh kembang anak-anak mereka,” tegasnya.
Program tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Badung bersama perangkat daerah terkait, Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, serta akademisi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sinergi itu mencakup pemeriksaan kesehatan berkala, layanan Posyandu rutin, pendampingan psikologis anak, serta pelatihan keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai bagian dari persiapan kembali ke tengah masyarakat.(MFB)