
Badung – faktabali.com
Minat wisatawan menikmati panorama Bali dari udara menggunakan helikopter terus meningkat. Fly Bali mencatat tingkat pemesanan atau booking wisata helikopter tahun ini naik sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari pasar wisatawan mancanegara, turis Rusia menjadi penyumbang terbesar, disusul wisatawan China dan India.
Manager Fly Bali Nita Tedja mengatakan wisata helikopter di Bali memiliki potensi yang terus berkembang. Menurut dia, peningkatan minat tidak hanya berasal dari wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.
“Potensinya lumayan tinggi. Tamu domestik maupun mancanegara sudah mulai melirik tourism helikopter di Bali. Kami juga mempromosikan paket helikopter tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke mancanegara,” ujar Nita, Senin 10 Agustus 2026.
Nita mengatakan peningkatan booking sepanjang tahun ini mencapai sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Memasuki Agustus yang merupakan periode puncak kunjungan wisatawan, Fly Bali memperkirakan aktivitas penerbangan wisata kembali meningkat.
Pada Agustus 2025, aktivitas penerbangan wisata Fly Bali tercatat sekitar 225-250 jam. Tahun ini, perusahaan menargetkan capaian tersebut dapat terlampaui.
“Antusiasnya tetap ada dan selalu meningkat setiap tahunnya. Harapannya tahun ini di bulan Agustus bisa lebih dari 225 sampai 250 jam seperti tahun sebelumnya,” katanya.
Dari pasar mancanegara, wisatawan asal Rusia menjadi pasar terbesar dengan kontribusi hampir 40 persen dari wisatawan asing yang menggunakan layanan wisata helikopter Fly Bali. China berada di posisi berikutnya dengan kontribusi sekitar 20 persen dan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Selain kedua pasar tersebut, wisatawan dari India dan Arab Saudi juga menjadi pasar potensial. Namun, jumlah wisatawan dari kedua negara tersebut dapat berubah setiap bulan.
“Kalau mancanegara yang dominan nomor satu Rusia, kemudian sekarang banyak juga dari China, India dan Arab Saudi. Setiap bulan memang berbeda-beda,” jelas Nita.
Secara keseluruhan, komposisi pelanggan Fly Bali masih berimbang antara wisatawan domestik dan mancanegara. Masing-masing menyumbang sekitar 50 persen dari total pelanggan.
Untuk wisatawan yang baru pertama kali mencoba penerbangan helikopter, paket berdurasi singkat menjadi salah satu pilihan favorit. Paket beginner selama 12 menit termasuk yang paling banyak diminati. Rute tersebut membawa wisatawan melihat sejumlah destinasi Bali dari udara, mulai dari kawasan Helipart Fly Bali, Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pura Uluwatu, Pantai Nyang Nyang hingga Pantai Melasti sebelum kembali ke titik keberangkatan.
Sementara itu, wisatawan yang ingin menikmati panorama lebih luas dapat memilih penerbangan hingga 66 menit dengan rute menuju kawasan Gunung Batur. Perjalanan tersebut juga mencakup pemandangan Jatiluwih, Tanah Lot dan Uluwatu sebelum kembali ke titik keberangkatan.
Saat ini Fly Bali mengoperasikan empat unit helikopter, terdiri atas satu unit Bell 505 dan tiga unit Bell 206. Menurut Nita, kenaikan harga avtur sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap minat wisatawan menggunakan layanan wisata helikopter di Bali.(MFB)