
Badung – faktabali.com
Pemerintah Kabupaten Badung mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu masyarakat yang mengantre bahan bakar minyak (BBM) di 38 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di enam kecamatan, Kamis 15 Oktober 2026 Kegiatan ini dilakukan dengan mendistribusikan bantuan logistik serta menjaga keselamatan, kesehatan, dan ketertiban masyarakat selama menunggu giliran mengisi BBM.
Pengerahan petugas tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. Para petugas disiagakan di sejumlah SPBU untuk memantau kondisi lalu lintas sekaligus memberikan pendampingan kepada warga yang telah lama mengantre.
Bantuan yang dibagikan berupa makanan dan minuman, termasuk nasi bungkus serta air mineral. Langkah ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah antrean BBM yang berdampak pada aktivitas sehari-hari, mulai dari pekerja, pelaku usaha kecil, hingga penyedia jasa transportasi.
Kegiatan tersebut berlangsung serentak di Kecamatan Abiansemal, Kuta, Kuta Selatan, Kuta Utara, Mengwi, dan Petang.
Di SPBU Kapal, Kecamatan Mengwi, pengerahan petugas dipimpin Asisten Bidang Administrasi Umum Kabupaten Badung I Wayan Wijana. Kegiatan itu turut melibatkan kepala dinas terkait, Camat Mengwi, dan Lurah Kapal.
Wijana menjelaskan, pelaksanaan tugas di lapangan mengacu pada arahan kepala daerah agar jajaran pemerintah memberikan pelayanan secara ramah dan humanis. Masyarakat juga diimbau tetap tenang, tertib saat mengantre, serta saling menghormati pengguna jalan lainnya.
“Bantuan kecil dari Pemkab Badung ini kami harapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sudah cukup lama mengantri. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian, terutama dalam hal kesehatan, keamanan, dan kenyamanan selama menunggu,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran situasi, Pemkab Badung menyiagakan petugas dari Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Pemerintah daerah juga bersinergi dengan unsur TNI dan Polri untuk menjaga ketertiban di sekitar SPBU.
Selain itu, ambulans dan tenaga kesehatan disiapkan untuk memberikan pertolongan apabila ada warga yang mengalami gangguan kesehatan selama mengantre.
“Kami telah mensiagakan ambulance dan petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan jika ada gangguan kesehatan dari masyarakat,” tambah Wijana.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Badung berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh perhatian dan pelayanan selama menghadapi antrean BBM, sekaligus menjaga situasi di sekitar SPBU tetap aman dan tertib.(MFB)