
Badung – faktabali.com
Pandemi Covid-19 menjadi awal perjalanan Gde Rahmadi membangun usaha kuliner Ikan Bakar Bli Putu di Jalan Uluwatu II, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Berawal dari kegiatan sosial membantu masyarakat terdampak pandemi, usaha tersebut kini berkembang dengan melibatkan pekerja yang sebelumnya kehilangan pekerjaan.
Gde Rahmadi, yang juga menjabat Ketua Umum Jimbaran Bersatu, mengatakan keterlibatannya dalam kegiatan sosial bermula ketika pandemi melanda. Saat itu, ia diminta pihak desa membantu masyarakat menghadapi situasi sulit bersama komunitas Crew Jimbaran, pemuda Sekaa Teruna Teruni (STT), dan warga setempat.
“Bersama komunitas Crew Jimbaran, pemuda dari Sekaa Teruna Teruni (STT), dan warga Jimbaran, saya membentuk tim penanganan Covid-19,” kata Rahmadi saat ditemui pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan mereka diawali dengan membuat masker kain untuk dibagikan kepada masyarakat. Tim tersebut kemudian menyediakan disinfektan dan melakukan penyemprotan di sejumlah perumahan dengan dukungan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Badung.
Selain itu, bantuan sembako dari warga perumahan disalurkan kembali kepada masyarakat terdampak, termasuk pekerja hotel yang dirumahkan dan warga kurang mampu.
Di tengah kegiatan sosial tersebut, Rahmadi melihat banyak temannya mengalami kesulitan ekonomi akibat kehilangan pekerjaan. Kondisi itu mendorongnya mencari peluang usaha yang dapat membantu mereka kembali memperoleh penghasilan.
Pada Juni 2020, ia mulai berjualan ikan bakar dari rumah dengan memanfaatkan drum bekas sebagai alat pemanggang. Rahmadi mengajak sejumlah teman untuk mencoba produknya. Setelah mendapat tanggapan positif, ia mulai memasarkan dagangannya dan menerima pesanan dari pelanggan.
Usaha itu turut membuka kesempatan bagi orang-orang yang sebelumnya kehilangan pekerjaan. Rahmadi bahkan sempat membentuk tim pengiriman yang beranggotakan 10 orang. Pemasaran dilakukan secara mandiri melalui jaringan pertemanan dan rekomendasi pelanggan, tanpa menggunakan aplikasi layanan pesan antar.
Permintaan kemudian meluas hingga ke luar Bali. Dalam satu pekan, pengiriman kerang ke Surabaya pernah mencapai sekitar 60 kilogram. Ia juga menerima pesanan produk ikan beku dari sejumlah pelanggan untuk dikirim ke Jakarta.
Seiring bertambahnya permintaan, Rahmadi sempat membuka warung di Jalan Tukad Balian, Denpasar. Namun, banyak pelanggan berasal dari Kuta Selatan sehingga jarak pengiriman menjadi tantangan karena makanan tiba dalam kondisi dingin. Ia kemudian menggunakan aluminium foil khusus makanan sebagai salah satu upaya menjaga kondisi produk selama perjalanan.
Rahmadi selanjutnya membuka warung Ikan Bakar Bli Putu di kawasan Jalan Uluwatu II, Kuta Selatan. Pelanggan dari luar Bali mulai berdatangan, sementara pengenalan usaha melalui sejumlah artis dan influencer turut membantu memperluas jangkauan pasar.
Dari tujuh orang yang awalnya diajak merintis usaha, tiga orang masih bertahan. Sebagian lainnya memilih kembali bekerja di sektor perhotelan karena dinilai lebih menguntungkan saat itu.
Kini, Rahmadi juga mengembangkan layanan katering untuk berbagai acara di luar lokasi, termasuk pernikahan, dengan dukungan tim khusus. Ke depan, ia berencana memperluas usaha kulinernya ke sejumlah kota besar di Indonesia melalui sistem pengembangan bisnis yang disiapkan.
Bagi generasi muda yang ingin berwirausaha, Rahmadi menilai ketahanan mental sama pentingnya dengan modal. Menurutnya, modal dapat mempermudah seseorang memulai usaha, sedangkan mental yang kuat diperlukan untuk menghadapi kegagalan dan terus memperbaiki diri.
“Dengan terus mencoba dan memperbaiki kesalahan, seseorang dapat perlahan mencapai tujuan usaha yang diinginkan,” tutupnya.