
Denpasar – faktabali.com
Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bali memperkuat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dengan ketulusan, integritas, serta mengutamakan kepentingan publik. Pesan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat 14 Agustus 2026.
Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali. Tema tersebut menjadi pesan agar setiap karya, pelayanan, dan pengabdian pemerintah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab serta semangat gotong royong.
Dalam pidatonya, Wayan Koster menekankan pentingnya menjaga integritas aparatur dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Menurut dia, semangat tersebut diperlukan untuk mendukung terwujudnya Bali Era Baru yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan secara sekala-niskala.
Koster juga menyoroti sejumlah capaian pembangunan Bali, salah satunya lahirnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang diundangkan pada 4 Mei 2023. Regulasi tersebut mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, kebudayaan, serta kearifan lokal Bali.
“Pencapaian pembangunan yang patut kita syukuri bersama adalah telah berhasil memperjuangkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, yang diundangkan pada tanggal 4 Mei Tahun 2023. Undang-Undang Provinsi Bali berisi ketentuan yang mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, Kebudayaan dan Kearifan Lokal Bali,” tegas Gubernur Wayan Koster.
Undang-Undang Provinsi Bali tersebut kemudian menjadi payung hukum bagi arah dan tatanan pembangunan Bali yang dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. Haluan itu ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023.
Menurut Koster, periode 2025-2030 menjadi tahap awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Keberhasilan pembangunan dalam lima tahun pertama dinilai penting sebagai fondasi bagi keberlanjutan pembangunan dan kehidupan generasi penerus Bali dalam jangka panjang.
Pembangunan Bali diarahkan melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Visi tersebut menempatkan keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali yang berlandaskan nilai kearifan lokal Sad Kerthi sebagai bagian penting pembangunan.
Untuk periode 2025-2030, pembangunan Bali mencakup sejumlah bidang prioritas, antara lain adat, agama, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal. Prioritas lainnya meliputi kesehatan, pendidikan, kepemudaan, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan.
Pemerintah Provinsi Bali juga memprioritaskan transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali, pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara, transportasi, serta pengelolaan lingkungan, hutan dan energi. Keamanan Bali dan pengembangan pulau digital juga menjadi bagian dari arah pembangunan.
Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tersebut diikuti seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Bali. Momentum ini menjadi bagian dari penguatan komitmen aparatur dalam menjalankan pelayanan publik dan pembangunan Bali secara terencana, terpadu, serta berlandaskan semangat gotong royong.(MFB)