22
Agustus
2026
Sabtu - :

Kodam IX/Udayana Percepat Penanganan Gempa di Flores

Redaktur
17/08/2026 pada Daerah
Pangdam IX/Udayana memimpin rakor penanggulangan gempa Flores
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memimpin rapat koordinasi penanggulangan gempa di Manggarai Barat, Minggu 16 Agustus 2026.

Manggarai Barat – faktabali.com

Kodam IX/Udayana memperkuat koordinasi penanggulangan gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan memastikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat terdampak dapat disalurkan secara cepat. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu 16 Agustus 2026.

Rapat tersebut dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta unsur terkait lainnya. Koordinasi diarahkan untuk mempercepat penanganan kondisi darurat sekaligus mendukung proses pemulihan wilayah terdampak.

Dalam rapat itu, Piek menyampaikan bantuan bencana dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah dikirim ke wilayah terdampak menggunakan pesawat Hercules A-1343. Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa.

“Bantuan dari Presiden Republik Indonesia sudah kita dorong ke wilayah terdampak. Seluruh jajaran TNI juga terus kita siagakan untuk membantu masyarakat, terutama di daerah yang mengalami dampak cukup berat,” ujar Pangdam.

Piek menegaskan personel TNI akan terus bergerak bersama pemerintah daerah dan unsur terkait, terutama dalam menangani wilayah yang mengalami dampak cukup parah seperti Mbay dan Maumere. Penanganan diprioritaskan pada evakuasi masyarakat, distribusi bantuan dan logistik, dukungan kesehatan, serta pemulihan fasilitas dan infrastruktur vital.

Selain penanganan darurat, rapat membahas percepatan pemulihan jaringan listrik dan komunikasi, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), distribusi logistik, akses jalan dan jembatan, serta pendataan masyarakat terdampak. Posko bantuan di Labuan Bajo dan Maumere juga diaktifkan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan penyaluran bantuan berlangsung tepat dan cepat.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan kesiapsiagaan TNI merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat selama masa tanggap darurat.

“TNI bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak secara terpadu. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, percepatan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta membantu memulihkan kondisi wilayah terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” tegas Amrizal.

Ia menilai penanganan bencana membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan koordinasi lintas sektor. Karena itu, setiap unsur diminta menjalankan tugas dan kewenangan masing-masing dengan mengutamakan keselamatan serta kebutuhan masyarakat.

Koordinasi antara TNI, pemerintah, dan seluruh unsur terkait diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus mendukung pemulihan wilayah Flores setelah gempa.(MFB)

Disalin
Copyright © 2026 Fakta Bali
MENU