12
Oktober
2026
Senin - :

Bali Tropical Parrot Hadirkan Konsep Interaksi Langsung dengan Burung Paruh Bengkok

Redaktur
12/10/2026 pada Daerah
Bali Tropical Parrot kembangkan usaha burung paruh bengkok di Denpasar.
Abim memperkenalkan konsep interaksi langsung dengan burung paruh bengkok melalui Bali Tropical Parrot di Denpasar, 12 Oktober 2026.

Denpasar – faktabali.com

Bali Tropical Parrot mengembangkan usaha burung paruh bengkok dengan konsep interaksi langsung antara burung dan pemiliknya. Usaha yang dirintis Abim ini menawarkan pengalaman berbeda dari penjualan burung pada umumnya, dengan menyediakan burung yang dapat dipegang dan diajak bermain, sekaligus memperhatikan aspek legalitas dan perizinan.

Ide tersebut berawal ketika Abim melihat peluang usaha di Pasar Burung Satria, Denpasar. Ia menilai sebagian besar pedagang menawarkan produk serupa, seperti burung kicauan dalam sangkar dan perlengkapan kandang. Kondisi itu mendorongnya menghadirkan konsep yang memberikan pengalaman interaksi langsung kepada pelanggan.

“Pasar burung Satria, Denpasar itu kan semua itu hampir sama saja, seperti burung kicauan yang di dalam sangkar, atau jual sangkar. Terus saya berpikir gini, kenapa enggak kita kenalkan burung itu yang bisa dipegang, atau di-handle,” kata Abim saat ditemui pada Senin, 12 Oktober 2026.

Pada tahap awal, Bali Tropical Parrot berfokus pada burung lovebird yang dapat berinteraksi langsung dengan pemiliknya. Setelah memperoleh pelanggan dan memahami segmen pasar, Abim memperluas koleksi dengan menghadirkan berbagai jenis burung, antara lain konur, parkit Australia, makau, dan African Grey.

Seiring perkembangan usaha, Abim juga memperkuat aspek legalitas melalui pembentukan perusahaan dan pengurusan izin usaha. Menurutnya, kelengkapan dokumen menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis burung, terutama karena usahanya melayani pelanggan dari dalam dan luar negeri.

Abim menyebut sekitar 80 persen pelanggannya berasal dari luar negeri. Konsumen tersebut antara lain berasal dari Rusia, Ukraina, Belanda, Spanyol, Jerman, Prancis, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Selain itu, warga negara asing yang tinggal di Bali turut menjadi bagian dari pasar yang tertarik memelihara burung paruh bengkok.

Menurut Abim, sejumlah konsumen internasional menghadapi persyaratan perizinan yang rumit serta harga yang relatif mahal untuk memperoleh jenis burung tertentu. Karena itu, ia menekankan pentingnya memenuhi ketentuan yang berlaku dalam setiap transaksi.

“Meski melayani pelanggan internasional, terkait burung tetap harus mengikuti ketentuan perizinan serta dokumen yang berlaku,” tegasnya.

Dari sejumlah jenis burung yang ditawarkan, kakatua menjadi salah satu yang banyak diminati pelanggan. Abim menilai karakter yang ramah dan kemampuan menirukan suara menjadi daya tarik burung tersebut.

“Karena untuk Kakatua sendiri, dia karakternya bagus, juga dia bisa pintar ngomong, karakter juga friendly, jadi customer kita tuh senang burung dengan jenis seperti itu,” jelasnya.

Ke depan, Abim berencana mengembangkan tempat usaha agar lebih memadai, menambah variasi burung dan aksesori, serta menjalin kerja sama dengan tenaga ahli medis. Ia juga ingin memperluas pengenalan burung paruh bengkok kepada masyarakat Indonesia dan konsumen mancanegara.

Melalui pengembangan tersebut, Bali Tropical Parrot berupaya memperluas pasar sekaligus mempertahankan perhatian terhadap legalitas dan pemenuhan dokumen dalam perdagangan burung.(MFB)

Disalin
Copyright © 2026 Fakta Bali
MENU